Bagikan:

JAKARTA - Kepala Imam Masjidil Haram, Makkah, Sheikh Saleh bin Humaid ditunjuk untuk menyampaikan khotbah Arafah dan memimpin salat saat jemaah haji melaksanakan Wukuf pada Hari Arafah 9 Dzulhijjah 1446 H mendatang, seperti diumumkan Kepresidenan Urusan Agama pada Hari Minggu.

Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengeluarkan arahan terkait hal ini, menurut Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dikutip dari Saudi Gazette 26 Mei.

Hari Arafah atau yang lazim dikenal Wufuf Arafah merupakan puncak dari rangkaian Ibadah Haji, salah satu rukun Haji. Sheikh Saleh akan menyampaikan khotbah serta memimpin Salat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan secara jamak qasar dari Masjid Namirah.

Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Sheikh Abdurrahman Al-Sudais mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas penunjukan tersebut, seperti melansir Arab News.

Sheikh Sudais pada Februari lalu menunjuk Sheikh Saleh sebagai Kepala Imam Masjidil Haram, seperti dikutip dari Himpuh.

Lahir di Buraidah, Provinsi Qassim, Arab Saudi pada 1950, Sheikh Saleh merupakan imam Masjidil Haram tertua dan terlama, di mana ia diangkat sejak tahun 1983.

Pendidikannya dimulai di Buraidah, sebelum pindah ke Makkah untuk sekolah menengah atas. Gelar sarjana dan magister dalam bidang Fiqih Islam diraihnya dari Universitas King Abdul Aziz di Makkah. Sedangkan gelar doktor diraihnya dari Universitas Umm Al-Qura.

Sheikh Bin Humaid adalah seorang ulama Islam terkenal dan penulis sejumlah buku. Beliau telah mengabdi di Arab Saudi dalam berbagai kapasitas, termasuk sebagai juru bicara Dewan Syura, Ketua Dewan Peradilan Agung, presiden Dewan Akademi Fiqih Islam Internasional, Kepala Presidensi Umum untuk urusan Dua Masjid Suci, selain sebagai penasihat Pengadilan Kerajaan Saudi.

Pada tahun 2016, Sheikh Saleh menerima Penghargaan Internasional Raja Faisal untuk Layanan Bagi Islam.

Diketahui, musim haji tahun ini diperkirakan akan dimulai pada 4 Juni. Sedangkan penentuan 1 Dzulhijjah akan mengikuti hasil pengamatan bulan baru, dengan Mahkamah Agung Arab Saudi menyerukan warga untuk mengamati bulan baru pada Selasa sore waktu setempat.