JAKARTA- Seorang pejabat senior Israel mengatakan negaranya telah menolakan usulan baru kesepakatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran sandera, menepis laporan yang sebelumnya mengklaim Israel setuju secara prinsip.
"Usulan yang diterima Israel tidak dapat diterima oleh pemerintah mana pun yang bertanggung jawab," kata pejabat tersebut, tanpa memberikan perincian lebih lanjut, dikutip dari The Times of Israel 26 Mei.
Media Lebanon yang berafiliasi dengan Hizbullah melaporkan pada Senin pagi ini, Israel pada prinsipnya menyetujui rancangan usulan yang mencakup gencatan senjata sekitar 70 hari, di mana 10 sandera – lima hidup dan lima meninggal – akan dibebaskan dalam dua tahap, memodifikasi apa yang disebut garis besar usulan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Steve Witkoff yang menetapkan gencatan senjata yang lebih pendek untuk pembebasan sekitar 10 sandera yang masih hidup.
"(Proposal tersebut) sangat jauh dari garis besar yang ingin kami negosiasikan," kata seorang pejabat Israel kepada The Jerusalem Post.
Proposal tersebut dirumuskan oleh Hamas dan diteruskan ke AS melalui komunikasi langsung melalui jalur belakang. AS kemudian menyampaikan proposal tersebut kepada Israel. Khususnya, AS tidak mengatakan apakah mereka mendukung proposal tersebut atau tidak.
"Tidak ada keinginan tulus dari pihak Hamas untuk melanjutkan kesepakatan. Israel tetap berkomitmen pada kerangka kerja Witkoff," kata pejabat Israel tersebut.
BACA JUGA:
Menurut laporan Al-Mayadeen, diskusi terbaru yang dimediasi oleh Utusan Presiden Donald Trump Steve Witkoff dan pengusaha Palestina-Amerika Bishara Bahbah, berakhir pagi ini. Namun, tidak disebutkan di mana pembicaraan itu diadakan atau siapa yang terlibat.