JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Amerika Serikat untuk menyediakan lebih banyak amunisi untuk sistem pertahanan udara Patriot guna melawan rudal balistik Rusia, menurut sebuah dokumen yang ditinjau oleh AFP.
Permohonan tersebut menggarisbawahi ketergantungan Ukraina yang hampir total pada sekutu Baratnya untuk menjatuhkan serangan rudal Rusia, meskipun telah mempelopori sistem untuk mencegat drone jarak jauh yang menjadi incaran beberapa militer paling maju di dunia.
Permintaan ini datang hanya beberapa hari setelah salah satu serangan gabungan rudal dan drone terburuk yang diluncurkan terhadap Kyiv sejak Rusia menginvasi Ukraina lebih dari empat tahun lalu, yang menyebabkan kehancuran di seluruh ibu kota.
Dalam surat tertanggal 26 Mei yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump, Presiden Zelensky meminta Washington untuk "membantu kami mengamankan alat perlindungan vital ini terhadap teror Rusia - rudal Patriot PAC-3 dan sistem tambahan - untuk menghentikan rudal balistik Rusia dan serangan rudal Rusia lainnya," melansir Al Arabiya dari AFP (28/5).
Presiden Zelensky mengakui dalam dokumen setebal lima halaman, yang juga ditujukan kepada Kongres, bahwa: "dalam hal pertahanan terhadap rudal balistik, kami hampir sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat."
"Dan di tangan Ukraina-lah sistem Patriot telah membuktikan sesuatu yang sangat penting: Sebagian besar rudal Rusia dapat dihentikan," tambah Pemimpin Ukraina itu.
Permohonan Presiden Zelensky datang pada saat yang penuh gejolak dalam hubungan antara Ukraina dan Amerika Serikat.
Presiden Trump yang kembali ke Gedung Putih tahun lalu berjanji untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang kini telah memasuki tahun kelima dengan cepat.
BACA JUGA:
Namun, upaya yang dipimpin AS untuk membawa Kyiv dan Moskow kembali ke meja perundingan telah terhambat oleh perang AS dan Israel dengan Iran, serta kegagalan untuk mencapai kemajuan pada poin-poin penting yang menjadi kendala dalam kesepakatan perdamaian, khususnya siapa yang akan mengendalikan sebagian besar wilayah Ukraina timur.
Kedua belah pihak telah meningkatkan serangan drone dan rudal jarak jauh mereka sejak serangkaian pembicaraan bilateral yang dimediasi oleh Amerika Serikat awal tahun ini tampaknya menemui jalan buntu.