Bagikan:

 

JAKARTA – Titan, satelit alami Saturnus, merupakan salah satu bulan yang terus diteliti oleh para ilmuwan. Bulan ini dipercaya memiliki tanda-tanda kehidupan dan dijadikan tempat tinggal alien.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Titan memiliki molekul organik yang kaya akan metana dan memiliki padatan dengan bahan dasar karbon. Namun, studi dari Western University menepis harapan ditemukannya alien.

Titan diperkirakan memiliki lautan di bawah permukaan es dengan ukuran 12 kali lipat dari volume lautan Bumi. Sayangnya, temuan Ahli Astrobiologi Western Univeristy Catherine Neish menunjukkan bahwa lautan Titan tidak memiliki tanda kehidupan.

“Komunitas ilmiah sangat bersemangat untuk menemukan kehidupan di dunia es di bagian luar tata surya dan temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinannya lebih kecil dari yang kita duga sebelumnya,” kata Neish, dikutip VOI dari situs publikasi Western University.

Neish dan para rekannya berusaha mengukur jumlah molekul organik di permukaan Titan yang bisa ditransfer ke lautan bawah. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bahan organik yang ditransfer hanya mencapai 7.500 kilogram glisina per tahun.

Massa dari glisina atau asam amino ini setara dengan massa gajah Afrika jantan. Jumlah ini sangat kecil untuk mendukung tanda-tanda kehidupan. Meskipun volume lautannya begitu besar, bahan organik seperti asam amino ini sangat diperlukan.

“Satu gajah per tahun memasukkan glisin ke lautan yang volumenya 12 kali volume lautan di bumi tidak cukup untuk menopang kehidupan. Dulu, orang sering berasumsi bahwa air sama dengan kehidupan, namun mereka mengabaikan fakta bahwa kehidupan membutuhkan unsur lain, khususnya karbon.”

Hasil penelitian terhadap Titan ini berdampak pada bulan es lainnya. Pasalnya, Europa, Ganymede, hingga Enceladus hampir tidak memiliki karbon di permukaan. Jika Titan yang kaya akan bahan organik tidak memiliki tanda kehidupan, maka bulan lainnya lebih tidak layak untuk dihuni.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa sangat sulit untuk mentransfer karbon di permukaan Titan ke lautan di bawah permukaannya – pada dasarnya, sulit untuk mendapatkan air dan karbon yang diperlukan untuk kehidupan di tempat yang sama," jelas Neish.