Elon Musk Niat Patahkan Pasar ChatGPT dengan TruthGPT yang Lebih Peduli Alam Semesta
Elon Musk berencana membuat versi chatbot Kecerdasan Buatan (AI) yang dijuluki TruthGPT. (foto: YouTube SpaceX)

Bagikan:

JAKARTA - Berselang seminggu melontarkan kritikan untuk ChatGPT, miliarder Elon Musk berencana akan membuat versi chatbot Kecerdasan Buatan (AI) nya sendiri yang dijuluki TruthGPT.

Pada wawancara yang akan datang dengan Tucker Carlson Tonight dari Fox News Channel. Bapak teknologi itu mengatakan, TruthGPT akan berfokus pada pencari kebenaran yang memahami sifat alami alam semesta.

"Saya akan memulai sesuatu yang saya sebut 'TruthGPT', atau AI pencari kebenaran maksimum yang mencoba memahami sifat alam semesta," ujar Musk dari sebuah kutipan wawancara yang diterbitkan,   Selasa, 18 April.

"Dan saya pikir ini mungkin jalan terbaik menuju keselamatan, dalam arti bahwa AI yang peduli untuk memahami alam semesta, tidak mungkin memusnahkan manusia karena kita adalah bagian yang menarik dari alam semesta," imbuhnya.

Pernyataan Musk ini memperkuat bukti bahwa dirinya memang telah mendirikan perusahaan AI baru.

Menurut pengajuan negara bagian di Nevada yang dibuat bulan lalu, upaya baru Musk itu bernama X.AI Crop. Terlihat, CEO Twitter tersebut sebagai satu-satunya direktur perusahaan.

Sementara direktur kantor keluarga Musk, Jared Birchall dipilih menjadi sekertarisnya. X.AI telah mengizinkan penjualan 100 juta saham untuk perusahaan, yang dimiliki secara pribadi.

Berita tentang X.AI Corp. datang hanya beberapa hari setelah Musk mengubah nama Twitter menjadi X Corp. Sejauh ini, tidak banyak yang diketahui tentang TruthGPT dan perusahaan yang dibangun Musk.

Tetapi, dia dilaporkan mempekerjakan dua mantan peneliti DeepMind pada Maret lalu. Termasuk ilmuwan Igor Babuschkin, yang diyakini memimpin proyek baru tersebut. Musk juga diklaim membeli 10.000 GPU untuk pengembangan AI di salah satu pusat data Twitter.

Investor Tesla dan SpaceX pun diminta untuk membantu ke dalam usaha barunya. Menurut Financial Times, X.AI akan menyaingi pembesut ChatGPT, OpenAI yang didukung Microsoft hingga kini.