JAKARTA - CEO Twitter, Elon Musk belum berhenti menghadirkan kebijakan-kebijakan baru di platformnya. Pada Kamis, 29 Desember, Musk menyatakan bahwa kebijakan baru Twitter adalah mengikuti sains.
Tidak hanya mengikuti sains, tetapi juga mempertanyakan sains secara wajar. "Kebijakan Twitter yang baru adalah mengikuti sains, yang harus mencakup pertanyaan ilmiah yang masuk akal," cuit Musk.
Dalam tweet lanjutan, Musk menambahkan: "Siapa pun yang mengatakan bahwa mengkritik mereka meragukan sains itu sendiri tidak dapat dianggap sebagai ilmuwan."
New Twitter policy is to follow the science, which necessarily includes reasoned questioning of the science
— Elon Musk (@elonmusk) December 28, 2022
Berhubung Musk baru saja mentweet kebijakan tersebut secara personal di akun pribadi miliknya, jadi belum ada rincian kejelasan tentang kebijakan baru ini.
Sejak resmi menjadi CEO Twitter pada bulan Oktober lalu, berita tentang Musk masih terus menjadi sorotan dan menjadi kontroversi di media sosial lantaran perubahan Twitter baik di tim internal atau di platform itu sendiri.
Baru-baru ini bahkan pemilik Starlink dan Tesla itu juga membuat jajak pendapat di Twitter tentang apakah dia harus berhenti menjadi CEO Twitter atau tidak.
BACA JUGA:
Hasil polling tersebut kemudian muncul, di mana mayoritas warga Twitter menginginkan Musk untuk turun dari jabatannya. Melihat hasil tersebut, Musk mengatakan akan berhenti menjadi CEO setelah menemukan penggantinya.
Selain itu, Twitter juga akhirnya mengembalikan fitur pencegahan bunuh diri dan sumber informasi keamanan lainnya saat mencari konten tertentu, yang dijuluki #ThereIsHelp setelah sebelumnya fitur tersebut dihapus oleh Musk.