Bagikan:

JAKARTA – Sekitar 10.000 BTC ilegal hasil peretasan bursa kripto Mt. Gox pada 2014 dilaporkan mulai dikirimkan ke sejumlah alamat dompet kripto, platform perdagangan kripto, dan sejumlah layanan lain. Pengiriman dilakukan peretas pada 23 November kemarin. 10.000 Bitcoin itu bernilai 165 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun.

Pengiriman dilakukan lewat dompet bursa kripto BTC-e, oknum terkait tindak kriminal peretasan Mt. Gox yang terjadi tujuh tahun lalu. Penarikan BTC dalam jumlah besar itu menandai penarikan besar-besaran yang dilakukan oleh peretas sebagaimana laporan dari firma analitik blockchain, Chainalysis.

Otoritas AS menghentikan operasinya pada tahun 2017 karena perannya dalam pencucian dana yang terkait dengan bentuk-bentuk kejahatan dunia maya lainnya, termasuk mata uang kripto yang dicuri dalam peretasan bursa Mt. Gox 2014.

BTC-e dan bursa lain yang disebut WEX, yang diyakini sebagai entitas penerus, mengirim sejumlah kecil Bitcoin ke platform pembayaran elektronik Rusia, Webmoney, pada 26 Oktober. Lebih dari dua minggu kemudian, BTC-e melakukan tes pembayaran dari dompetnya sebelum memindahkan hampir 100 Bitcoin secara tidak langsung ke bursa pada 21 November.

Selain itu, Chainalysis juga melaporkan sekitar 9.950 BTC saat ini disimpan di dompet pribadi dari total yang dikirim dalam beberapa hari terakhir. Sisa dana ditemukan telah dipindahkan melalui serangkaian perantara ke empat alamat deposit di dua bursa besar. Chainalysis percaya bahwa pertukaran Rusia mungkin telah bertindak sebagai perantara untuk aksi pencucian uang BTC-e ini.

Pengiriman 10.000 BTC itu juga dibenarkan oleh pendiri firma analitik CryptoQuant, Ki Young Ju. Dia juga memaparkan sekitar 65 BTC telah dikirimkan ke bursa kripto HitBTC. Mengetahui fakta tersebut, Young Ju menyarankan bursa kripto menangguhkan akun terkait.

“10.000 $ BTC berusia 7 tahun dipindahkan hari ini,” ungkap Ki Young Ju.

“Tidak mengherankan, itu dari penjahat, seperti kebanyakan Bitcoin lama. Ini adalah dompet pertukaran BTC-e yang terkait dengan peretasan Mt. Gox 2014. Mereka mengirim 65 BTC ke @hitbtc beberapa jam yang lalu, jadi ini bukan lelang pemerintah atau semacamnya,” tambah pendiri Crypto Quant, 24 Oktober 2022.

Sebagai informasi tambahan, Biro Investigasi Federal atau FBI sudah menutup BTC-e dan membekukan dana di platform pada 2017. Kendati begitu, BTC-e masih memiliki Bitcoin dalam jumlah besar.

Pada tahun berikutnya, BTC-e mengirimkan lebih dari 30.000 Bitcoin dari dompet bursa ke address wallet lain. Terduga pemilik BTC-e adalah warga negara Rusia bernama Alexander Vinnik. Dia dituding melakukan pencucian uang lewat platform perdagangan kriptonya.