Bagikan:

JAKARTA - Volkswagen Jerman pada Rabu 20 Juli menyatakan telah bekerja sama dengan pembuat chip Prancis-Italia, STMicroelectronics,  untuk mengembangkan semikonduktor baru di tengah krisis microchip global. Krisis ini telah membebani rantai pasokan industri mobil.

Langkah ini menggambarkan bagaimana Volkswagen, sebagai produsen mobil terbesar di Eropa, berusaha untuk mendapatkan kontrol yang lebih besar atas pasokan chip. Pasalnya kini chip sangat diperlukan bahkan jumlahnya bertambah banyak di kendaraan generasi baru dan rendah emisi karbon.

Ini adalah hubungan langsung pertama Volkswagen dengan pemasok semikonduktor peringkat kedua dan ketiga. Hal ini juga menjadi langkah yang telah diisyaratkan oleh para eksekutif sejak kekurangan chip melanda industri otomotif pada akhir 2019.

Unit perangkat lunak Volkswagen, Cariad, mengatakan pada Mei lalu bahwa mereka juga akan menggunakan sistem-on-chip dari Qualcomm untuk sistem mengemudi otonom hingga standar Level 4. Pada level ini mobil dapat menangani semua aspek mengemudi di sebagian besar keadaan tanpa campur tangan manusia.

“Kesepakatan baru tidak akan mempengaruhi kemitraan ini,” kata juru bicara Cariad, seperti dikutip Reuters.

Kedua pihak juga tidak mengungkapkan implikasi keuangan dari kesepakatan tersebut, yang menjadikan STMicroelectronics salah satu mitra teknologi teratas Volkswagen.

Cariad dan STMicro akan merancang bersama chip baru, yang akan menjadi bagian dari keluarga semikonduktor mikrokontroler Stellar. Kedua perusahaan "bergerak untuk menyetujui" bahwa Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) akan memproduksinya, kata pernyataan itu.

"Dengan kerja sama langsung yang direncanakan dengan ST dan TSMC, kami secara aktif membentuk seluruh rantai pasokan semikonduktor kami," kata Murat Aksel, kepala pembelian Volkswagen, dikutip Reuters. "Kami memastikan produksi chip yang tepat yang kami butuhkan untuk mobil kami dan mengamankan pasokan microchip penting untuk tahun-tahun mendatang."

Kekurangan semikonduktor global telah membuat pabrik mobil di seluruh dunia tidak dapat melayani pesanan mereka secara tepat waktu sehingga menyumbat produksi selama berbulan-bulan dan tidak ada akhir yang jelas terlihat.