Samsung Rajai Pasar Smartphone Global Versi Counterpoint
Ilustrasi smartphone (Image Credit: Robin Worrall / Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Di masa pandemi COVID-19 ini pasar smartphone mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun menariknya, Samsung masih berhasil merajai pasar smartphone global. 

Menurut laporan Counterpoint Research yang dikutip GizChina, Rabu 30 September, raksasa asal Korea Selatan itu menguasai 22 persen pasar smartphone. Pertumbuhan Samsung ini terjadi selama perang dagang AS dengan China terjadi, ditambah sanksi yang diterima Huawei sehingga mengalami penurunan permintaan produksi.

Huawei sendiri menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 16 persen. Merk asal China ini masih memimpin dari produsen smartphone negeri tirai bambu lainnya.

Keunggulan Samsung ini disumbang dari pasar smartphone di India. Seiring dengan konflik politik yang memang terjadi antara India dan China.

Samsung juga berhasil mengalahkan Apple, dengan iPhone menjadi smartphone terlaris selama periode sebelumnya. Apple pun terpaksa turun di posisi ketiga dari pasar smartphone versi counterpoint, disusul Xiaomi.

Dari hasil analisis Counterpoint Research, penurunan penjualan smartphone diperkirakan karena harganya yang lebih mahal. Mereka mengatakan bahwa harga rata-rata perangkat seluler dalam skala global telah tumbuh sebesar 10 persen.

Namun, produsen ponsel juga memiliki alasan tersendiri untuk menaikkan harga jual mereka, salah satunya karena peralihan ke teknologi 5G. Selain memicu kenaikan biaya rata-rata smartphone, penurunan yang tidak signifikan juga terjadi di segmen perangkat premium, yakni sebesar 8 persen dibandingkan 23 persen penurunan di pasar ponsel secara keseluruhan.

Diketahui, penurunan permintaan menyebabkan fakta bahwa produsen smartphone tidak mampu memiliki penghasilan sebaik tahun lalu. Penurunan pendapatan terjadi rata-rata 15 persen.

Kendati demikian, Apple masih memperoleh pendapatan terbesar dari penjualan smartphone di kuartal kedua tahun ini 34 persen. Terlepas dari sanksi, Huawei menyumbang angka 20 persen. Sedangkan, Samsung memiliki 17 persen, Vivo 7 persen dan terakhir Oppo 6 persen.