JAKARTA - Naturalisasi Djenna de Jong melahirkan polemik. Pesepak bola putri berdarah Indonesia-Belanda itu menyebut PSSI tidak profesional lantaran hingga kini belum juga salah satu langkah menjadi warga negara Indonesia (WNI) dijalani.
PSSI melalui Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, merespons pernyataan Djenna de Jong.
Menurutnya, Djenna belum mendapat rekomendasi dari pelatih Tim Nasional (Timnas) Wanita Indonesia, Satoru Mochizuki, untuk pewarganegaraan.
"Djenna de Jong, saya lihat di media sosial (masalahnya). Jadi, saya cek ternyata ini bermula permasalahan pemain yang mau diproses (naturalisasi), namanya mungkin tidak masuk."
"Setelah kami cek, intinya kami akan proses dengan rekomendasi pelatih. Ketika tidak ada rekomendasi pelatih, ya, tidak bisa kami proses."
BACA JUGA:
"Itu yang mungkin menyebabkan Djenna jadi bagaimana begitu, tapi kami punya prinsip. Semua pemain yang kami proses harus rekomendasi pelatih."
"Pelatih pasti punya pertimbangan tertentu untuk memproses pemain," tutur Arya Sinulingga dalam video pendek di akun Instagram.
Djenna sejatinya sangat ingin membela Timnas Wanita Indonesia. Dia masih berusia 19 tahun.
Selain itu, pemain kelahiran 14 September 2005 tersebut punya banyak pengalaman. Dia mengawali karier bersama sejumlah tim muda.
VV Baronie menjadi tempat pertamanya berlatih. Dia lalu pindah ke VV Dongen.
Selepas bermain di Belanda, dia memutuskan hijrah ke Jerman untuk membela Spvg Aurich U-17. Di Jerman, kariernya terus menanjak. Dia membela VfL Wolfsburg II pada 2022 selama semusim.
Terbaru, tepatnya pada 2024, dia kembali ke Belanda untuk bergabun NAC Breda setelah semusim bersama RSC Anderlecht di Belgia.