Eks Kapten Timnas Italia Ditawari Latih Korsel
Pelatih Fabio Cannavaro (kiri) mendapat tawaran menangani Timnas Korea Selatan (Instagram/@fabiocannavaroofficial).

Bagikan:

JAKARTA - Mantan kapten Timnas Italia, Fabio Cannavaro, mendapat tawaran menangani Korea Selatan menggantikan Jurgen Klinsmann yang dipecat.

Timnas Korsel tak melanjutkan kerja sama dengan Klinsmann menyusul kegagalan di Piala Asia 2023.

Klinsmann ditargetkan membawa Song Heung-min dan kolega menjadi juara di turnamen sepak bola paling akbar se-Asia itu.

Hanya saja, eks pelatih Timnas Jerman ini gagal. Korea Selatan hanya mencapai semifinal sebelum dikalahkan tim kejutan Yordania 0-2.

Kinerja Klinsmann pun mendapat kecaman dari publik sepak bola Korea Selatan. Bahkan, dirinya dinilai tak lebih baik dari pelatih lokal.

Meski membantah adanya tekanan dari fans, federasi sepak bola Korea Selatan (KFA) kemudian memberhentikan Klinsmann.

Padahal, dia diproyeksikan membawa Korea Selatan melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Setelah memecat eks striker Jerman dan Inter Milan ini, Korea Selatan menawarkan posisi itu kepada Cannavaro yang saat ini masih menganggur.

Mantan bek tengah Parma, Inter, dan Juventus ini masih menganggur setelah terakhir kali menangani Benevento yang saat itu berkompetisi di Serie B.

Setelah 17 pertandingan tanpa memetik hasil memuskan, Cannavaro kemudian mengundurkan diri pada Februari 2023.

Cannavaro memang sukses sebagai pemain. Dirinya membawa Italia memenangi Piala Dunia 2006. Bek yang mengawali karier di Napoli dan pernah membela Real Madrid ini meraih berbagai trofi bersama klub.

Namun, saat beralih menjadi pelatih, Cannavaro malah kurang berhasil. Dirinya pun lebih banyak melatih di luar Italia, seperti China dengan menangani klub Guangzhou Evergrande dan kemudian Timnas China.

Pelatih berusia 50 ini juga sempat mengarsiteki tim Arab Saudi, yaitu Al Ahly dan Al Nassr.

Meski curriculum vitae kurang bagus, hal itu tak menyurutkan langkah KFA untuk merekrutnya. Cannavaro pun kemungkinan menerima tawaran itu.

Dia diberi kesempatan dua pekan oleh Korea Selatan untuk mempertimbangkannya sebelum menolak atau menerimanya.