Bagikan:

JAKARTA - David Jacobs dianggap sebagai salah satu pahlawan olahraga nasional. Ia layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

Dia memohon kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo agar mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memberikan penghormatan terakhir kepada atlet para-tenis meja yang meninggal pada Jumat 28 April  tersebut.

Oegroseno mengungkapkan David Jacobs adalah atlet kebanggaan Merah Putih yang berulang kali mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di arena internasional melalui olahraga tenis meja.

"Prinsipnya Pak Menpora bisa mengusulkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI Bapak Joko Widodo agar almarhum David Jacobs mendapatkan gelar kehormatan putra terbaik bangsa dengan berhak mendapatkan Bintang RI atau Bintang Maha Putera sehingga berhak pula dimakamkan di Taman Makam Pahlawan," kata Oegroseno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 29 April.

David Jacob adalah atlet tenis meja disabilitas yang berprestasi. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia tercatat menempati peringkat kedua dunia untuk kelas 10.

David Jacobs ditemukan meninggal di sisi rel kereta api kawasan stasiun KRL Juanda. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan penyebab kematian sosok pria yang dikenal pantang menyerah tersebut.

Menurut Oegroseno, dengan sederet prestasi internasional yang telah ditorehkan oleh mendiang David Jacobs semasa hidup sangat wajar dan layak negara memberikan penghargaan istimewa.

"Dengan kemampuan fisiknya yang terbatas, mendiang menunjukkan semangat juangnya untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang pertandingan internasional. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa," ujar Oegroseno yang menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) itu.

Adapun sederet prestasi internasional yang telah ditorehkan oleh mendiang David Jacobs di antaranya adalah dua medali perunggu di Paralimpiade London 2012 dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Lalu medali emas pada Asian Para Games Incheon 2014 (perseorangan kelas 10), Asian Para Games Jakarta 2018 (perorangan kelas 10), dan Asian Para Games Jakarta 2018 (ganda kelas 10).

Selain itu dia juga mengoleksi medali perak pada Asian Para Games Incheon 2014 (ganda kelas 10), medali perunggu Asian Para Games Guanzhou 2010 (perseorangan kelas 10).

Lalu medali emas Kejuaraan Asia Amman 2015 (perorangan kelas 10), medali emas Kejuaraan Asia Taichung 2019 (beregu kelas 10), medali perak Kejuaraan Asia Beijing 2013 (perorangan kelas 10), medali perak Kejuaraan Asia Beijing 2013 (beregu kelas 10), medali perak Kejuaraan Asia Taichung 2019 (perseorangan kelas 10).