Bagikan:

JAKARTA - Merek otomotif mewah Inggris, Bentley secara resmi memperkenalkan opsi kedua penggerak Plug-In Hybrid (PHEV) pada model Continental GT, Continental GT Convertible (GTC), dan Flying Spur.

Disitat dalam laman resmi brand, Rabu, 9 April, ketiga model ini tetap dibekali dengan pengaturan mesin 4,0 liter V8 yang digabungkan dengan motor listrik dan baterai 25,9 kWh untuk meningkatkan performanya. Namun, tenaganya dirancang lebih rendah dibandingkan penyetelan Ultra Performance Hybrid yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Opsi kedua ini diklaim memiliki tenaga mencapai 680 ps dan torsi puncak mencapai 930 Nm. Itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Ultra Performance Hybrid yang memiliki tenaga 782 ps dan torsi ledak 1.000 Nm.

Meskipun demikian, tenaga yang dihasilkan tetap lebih besar dibandingkan Continental GT Speed generasi sebelumnya dengan mesin 6,0 liter W12 twin-turbo yakni mencapai 659 ps dan torsi 900 Nm.

Berbekal dengan powertrain ini, Continental GT terbaru dapat berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,7 detik. Sementara, varian GTC mampu berlari dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,9 detik.

Karena berbekal teknologi PHEV, keduanya memiliki kemampuan berjalan seperti mobil listrik murni. Untuk GT, tipe ini dapat melaju dengan tenaga listrik murni hingga 85 km dan GTC melaju hingga 82 km dalam keadaan baterai terisi penuh.

Sementara itu, model Flying Spur dapat mengebut dari 0 ke 100 km/jam dalam jangka 3,9 detik saja. Selain penggerak PHEV, performa dari mobil lima berpenumpang satu ini juga dibantu oleh sistem ‘Bentley Active Chassis’ sehingga pengguna dapat menyetel pengaturan sasis sesuai keinginan. Kini, pengaturan tersebut juga menjadi standar pada Continental GT dan GTC.

Terkait harga, Bentley kini menjual Continental GT dengan harga 202.400 poundsterling atau setara dengan Rp4,4 miliar dengan banderol Flying Spur yang belum diungkapkan.