Asal Mula Hari Palang Merah Indonesia dalam Sejarah Hari Ini 3 September 1945
Jajaran pegawai dan sukarelawan PMI berpose bersama di depan kantor Palang Merah Indonesia Daerah Surakarta tahun 1946 (Sumber: Pustakapmi.id)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Soekarno, Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Buntaran, lalu membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar, dr. Bahder Djohan, dr Djuhana, dr Marzuki, dan dr. Sitanala. Perintah dari Soekarno tersebut yang menjadi asal mula Hari Palang Merah Indonesia.

Perhimpunan Palang Merah Indonesia (PMI) lalu resmi dibentuk pada 17 September 1945 dan dipimpin oleh Moh. Hatta. Oleh sebab itu, 17 September juga dikenal sebagai Hari Palang Merah Nasional. Saat itu kegiatan Perhimpunan Palang Merah Indonesia adalah memberikan bantuan terhadap korban perang revolusi kemerdekaan dan pengembalian tawanan perang Sekutu maupun Jepang.

Sebelum Presiden Soekarno mengeluarkan perintah pada 3 September 1945, Pemerintah Hindia Belanda telah mendirikan organisasi Palang Merah di . Saat itu organisasi palang merah di Indonesia bernama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK). Kemudian nama tersebut diganti menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

Mengutip laman resmi PMI, pada 1932 dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan telah mempelopori pendirian PMI. Proposal pendirian pun diajukan pada kongres NERKAI pada 1940, namun ditolak. Proposal tersebut kembali diajukan saat masa penjajahan Jepang namun kembali ditolak.

Setelah PMI berdiri, Pemerintah Belanda harus membubarkan NERKAI karena dalam satu negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional. Aset-aset yang dimiliki NERKAI lalu diserahkan kepada PMI. Selain itu, Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan dengan Keppres No. 246 29 November 1963 yang mengakui keberadaan PMI di Indonesia.

Masa pengembangan PMI (Sumber: Pustakapmi.id)

Peran kemanusiaan

Tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 29 November tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949. PMI juga diterima sebagai anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit atau IFRC pada Oktober 1950.

PMI ditetapkan sebagai organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum melalui Undang-Undang nomor 1 tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. UU terus juga berguna untuk kegiatan Kepalangmerahan sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949. PMI memiliki tujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana, tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan Pandangan Politik.

Pentingnya badan palang merah juga diperingati dengan Hari Palang Merah Internasional. Hari Palang Merah Internasional diperingati pada 8 Mei atau tepatnya kelahiran Henry Dunant, pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang lahir pada 8 Mei 1828 di Jenewa. Henry Dunant juga merupakan penerima Hadiah Nobel Perdamaian pertama.

Markas Pusat PMI jl. Seoetomo No. 8, Gambir, Jakarta setelah kembali dari Yogyakarta tahun 1952 (Sumber: Pustakapmi.id)

 

Ide pendirian ICRC oleh Henry Dunant berawal dari keprihatiannya atas para tentara perang yang terluka namun bantuan medis yang diberikan tidak cukup. Dunant akhirnya menulis buku yang menyerukan peningkatan perawatan bagi tentara yang terluka di masa perang.

Melansir situs resmi ICRC, Dunant akhirnya membuat proposal untuk lembaga bantuan nasional dan membantu layanan medis militer. Pada Agustus 1864, Dunant membujuk pemerintah untuk mengadopsi Konvensi Jenewa pertama. Perjanjian ini menyatakan agar tentara merawat tentara lain yang terluka, di pihak manapun mereka berada, dan memperkenalkan lambang terpadu untuk layanan medis: palang merah dengan latar belakang putih.

Peran utama ICRC adalah sebagai koordinator. Tetapi secara bertahap menjadi lebih terlibat dalam operasi lapangan, karena ICRC dibutuhkan sebagai perantara netral antara pihak yang berperang. Selama 50 tahun berikutnya, ICRC memperluas tugasnya dengan mendorong dibangunnya palang merah nasional di berbagai negara. Palang merah nasional pertama yang didirikan adalah di Negara Bagian Württemberg, Jerman pada November 1863.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya