Mal Sampoong Runtuh dan Jadi Salah Satu Bencana Paling Mematikan di Korsel dalam Sejarah Hari Ini, 29 Juni 1995
Operasi SAR Sampoong Department Store (Sumber: Commons Wikimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 29 Juni 1995, mal megah di Seoul, Korea Selatan (Korsel), Sampoong Department Store runtuh berkeping-keping. peristiwa itu jadi bencana terbesar pada masa damai dalam sejarah Korsel dan merupakan peristiwa keruntuhan bangunan modern paling mematikan.

Runtuhnya Sampoong Department Store disebabkan kegagalan struktural. Runtuhnya Sampoong Department Store menewaskan 502 orang dan melukai 937 orang lainnya.

Mengutip Great Disaster, pembangunan Sampoong dimulai pada 1987 dan selesai pada 1989. Mal mulai dibuka pada Juli 1990 dengan warna merah muda cerah dan langsung menarik sekitar 40 ribu pengunjung setiap hari.

Bangunan itu memiliki empat lantai bawah tanah dan empat lantai toko di atas tanah. Lantai lima gedung ini terdapat sejumlah restoran tradisional Korea.

Peristiwa runtuh

Sampoong Department Store (Sumber: Commons Wikimedia)

Saat itu kesibukan di Sampoong Department Store seperti hari-hari biasanya. Namun satu hal yang tidak biasa. AC di mal tersebut mati. Hal itu tidak biasa karena saat itu tengah musim panas dan lembab. Orang-orang sangat butuh kesejukan dari AC.

Salah satu karyawan toko bernama Yoo Ji-Hwan mengenang saat itu ketika pelanggan tokonya marah dan bertanya, “Mengapa mal bergengsi seperti Sampoong tidak memiliki AC yang menyala?”

Ternyata hal itu adalah keputusan manajemen. Pegawai toko di lapangan tidak benar-benar tahu mengapa. Karyawan lainnya, bernama Park Seung-Hyun, yang bekerja di lantai satu basement berkisah meski AC mati dan semua orang kepanasan, mereka tetap menjalani hari seperti biasanya.

“Bahkan dengan AC mati, kami semua tetap bekerja. Itu sama seperti hari lainnya. Pelanggan terus berbelanja dan pekerja tetap bekerja.”

Para pekerja memang sudah mendengar kabar bahwa restoran di lantai lima tutup karena terdapat retakan. Sore harinya, lantai empat juga ditutup. Namun, karena kantor-kantor kota tutup pada sore hari itu, para pekerja berdatangan saat perjalanan pulang dan membuat toko lainnya tetap buka.

Sekitar pukul lima sore, terdengar sebuah ledakan keras dari lantai atas. Beberapa menit kemudian, terdengar ledakan lagi, kali ini lebih keras. Kemudian, alarm gedung mulai berbunyi, dan orang-orang mulai panik.

Peristiwa begitu cepat. Seluruh sayap selatan Sampoong Department Store runtuh: lima lantai bangunan, sampai ke ruang bawah tanah. Sekitar 20-23 detik semua hancur dan ada sekitar 1.500 orang yang tertimpa puing-puing bangunan.

Beberapa korban yang selamat berhasil dievakuasi setelah 52 jam pencarian. Para petugas penyelamat dan keluarga yang berkumpul di sekitar berbahagia ketika 24 orang yang diselamatkan masih hidup.

Tanpa makan dan minum

Mereka semua adalah petugas kebersihan, yang cukup beruntung berada di dalam ruang ganti bawah tanah yang utuh. Namun, mereka memiliki sedikit udara dan tidak ada makanan atau air.

Beberapa dari mereka meminum air seni mereka sendiri untuk bertahan hidup. Petugas penyelamat menemukan mereka, menggunakan pipa baja panjang untuk memberikan udara, makanan, dan air.

Operasi SAR Sampoong Department Store (Sumber: Commons Wikimedia)

Para penyelamat berusaha membuka jalan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak. Proses pembuatan jalan itu memakan waktu lebih dari 13 jam karena harus memotong pelat beton dan batang logam.

Meski begitu, para korban akhirnya harus diolesi minyak sayur. Para petugas juga menggunakan sabun cair agar para korban bisa ditarik keluar.

Hukuman bagi pemilik Sampoong Department Store 

Operasi SAR Sampoong Department Store (Sumber: Commons Wikimedia)

Kedua pria yang dinyatakan bertanggung jawab atas bencana ini adalah Lee Joon, yang merupakan pemilik Sampoong Department Store. Ia menghadapi hukuman 10 setengah tahun penjara.

Sementara, Putranya, Lee Han-Sang, menghadapi hukuman tujuh tahun penjara. Seorang manajer fasilitas mengatakan kepada tim investigasi bahwa ada masalah signifikan sebelum hari keruntuhan.

Menurutnya, lantai lima terlihat melengkung dan beberapa pekerja melaporkan mendengar suara retak dari langit-langit. Manajemen gedung lalu menghubungi ahli sore itu, lalu mengambil gambar dari retakan dan tonjolan.

Menurut beberapa sumber, dia mengatakan kepada staf senior bahwa bangunan itu baik-baik saja. Namun staf lainnya mengatakan dia menyarankan agar lebih baik dilakukan evakuasi gedung. Sayang pesan itu diabaikan.

Dua tahun sebelumnya, tiga unit AC besar di atap dipindahkan. Meski sangat berat, unit AC tersebut tidak diangkat dengan crane, melainkan ditempatkan di atas rol dan diseret melintasi atap. Penyeretan tersebut menghasilkan retakan.

Operasi SAR Sampoong Department Store (Sumber: Commons Wikimedia)

Mengutip CNN, Jaksa menggambarkan bahwa pemilik Sampoong lebih mementingkan memaksimalkan keuntungan daripada keselamatan pengunjung. Para pejabat kota bersedia menerima suap sebagai imbalan karena mengizinkan desain dan konstruksi ilegal.

"Oleh karena itu, mereka yang bertanggung jawab atas runtuhnya (Sampoong Department Store)," kata ketua majelis hakim yang terdiri dari tiga orang itu sebelum membacakan vonis.

Pengadilan juga menghukum Lee Choong-Woo, mantan kepala administrator daerah perumahan kelas atas di mana Sampoong berada, tiga tahun penjara atas tuduhan suap. Panel juga menghukum 23 orang lainnya dengan hukuman penjara dan denda sehubungan dengan bencana tersebut.

Pemerintah Kota Seoul pun menawarkan kompensasi hingga 200 juta won kepada kerabat dari masing-masing korban tewas. Sebagai akibat dari bencana, kritik publik meletus atas korban manusia dari pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi di Korsel.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya