Jembatan Suramadu Diresmikan dan Jadi Ikon Kemajuan hingga Tempat Wisata dalam Sejarah Hari Ini, 10 Juni 2009
Pemandangan Jembatan Suramadu di malam hari (Valen Shascaryo/Commons Wikimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 10 Juni 2009, Jembatan Nasional Surabaya-Madura atau Jembatan Suramadu diresmikan. Jembatan Suramadu diresmikan oleh Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Jembatan Suramadu memiliki panjang 5,438 kilometer (kilometer). Jembatan Suramadu terdiri atas tiga bagian, yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Dengan adanya jembatan ini, waktu perjalanan Surabaya-Madura jadi lebih singkat. Semula perjalanan Surabaya-Madura butuh waktu sekitar 30 menit, dengan menggunakan kapal feri.

Namun kini perjalanan bisa ditempuh dalam 10 menit dengan berkendara. Konektivitas dari kehadiran Jembatan Suramadu diharapkan mempercepat pembangunan Pulau Madura.

Jembatan Suramadu (Sumber: Commons Wikimedia)

Digagas sejak Soekarno

Ada waktu yang panjang hingga akhirnya Jembatan Suramadu dibangun. Pembangunan Tol Jembatan Suramadu telah digagas sejak era kepemimpinan kepemimpinan Presiden Soekarno, yaitu pada 1960.

Setelah itu barulah dimulai prastudi kelayakan pada 1990 atau di era Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto. Pada akhir 1990, Soeharto membentuk Tim Nusa Bakti yang merupakan gabungan antara tim ahli Indonesia dan Jepang.

Pada 1997, pembangunan jembatan sempat dihentikan karena terjadi krisis moneter yang melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kami pernah membahas lebih dalam soal krisis tersebut, mulai dari penyebab, dampak, hingga faktor lain dalam artikel MEMORI berjudul Penyebab Krisis dan Masalah Keuangan Lain yang Jatuhkan Soeharto.

Lalu pada 20 Juli 2003, tepatnya di era kepemimpinan Presiden Kelima Republik Indonesia Presiden Megawati Soekarnoputri, pembangunan Jembatan Suramadu kembali diresmikan. Mengutip Detik, biaya pembangunan jembatan itu dianggarkan Rp2,82 triliun.

Namun berdasar informasi berbagai sumber, ternyata biaya pembangunan Jembatan Suramadu menjelang diresmikan penggunaannya oleh Presiden SBY mencapai sekitar Rp4,5 triliun, dengan waktu pengerjaannya yang molor hingga enam tahun.

Keistimewaan Jembatan Suramadu

Pemandangan Jembatan Suramadu di malam hari (Valen Shascaryo/Commons Wikimedia)

Jembatan Suramadu juga jadi daya tarik wisata. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana jembatan ini kerap dijadikan tempat selfie, khususnya pada malam hari.

Di malam hari, khususnya, Jembatan Suramadu menyajikan pemandangan yang indah ketika lampu Jembatan Suramadu menyala. Saat ini Jembatan Suramadu masih jadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Selain menjadi ikon, Jembatan Suramadu juga jadi bukti kemajuan infrsatruktur yang mampu menyatukan dua pulau yaitu Pulau Jawa dan Pulau Madura. Ada satu jembatan yang dalam pembangunan dan digadang-gadangkan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan tersebut adalah Jembatan Batam-Bintan. Proyek jembatan tersebut dirancang sepanjang 14,763 kilometer, memiliki dua tujuan, yaitu Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

"Jembatan dua bentang ini jika diukur kumulatif akan mencapai 5,561 kilometer," kata Krisno. Sementara, Jembatan Suramadu memiliki panjang 5,348 kilometer.

Mengutip Kompas, Kementerian Perhubungan menetapkan vertical clearance untuk masing-masing Jembatan Batam-Tanjung Sauh setinggi 27 meter dan Jembatan Tanjung Sauh-Batam setinggi 40 meter. Ditetapkannya desain vertical clearance menyebabkan estimasi nilai investasi membengkak dari Rp8,78 triliun menjadi Rp13,66 triliun.

Jembatan lain yang juga dikenal menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia adalah Jembatan Ampera yang berada di Palembang, Sumatera Selatan. Jembatan ini menghubungkan daerah seberang Ulu dan seberang Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. 

Jembatan Ampera memiliki panjang 1.117 meter dan lebar 22 meter, serta menjadi ikon Kota Palembang. Pembangunan jembatan dimulai pada April 1962 dan diresmikan 1965.

Saat peresmian, jembatan ini bernama Jembatan Bung Karno. Namun, setelah pergolakan politik pada 1966, nama jembatan diganti menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

*Baca Informasi lain soal SEJARAH atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya