Pesawat Pakistan PIA 8303 Jatuh di Permukiman Padat, Pikiran Pilot Disebut Terganggu Pandemi dalam Sejarah Hari Ini, 22 Mei 2020
Pesawat nahas dalam gambar yang diambil 2016 (Sumber: Commons Wikimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Pesawat Pakistan International Airlines (PIA) berisi 99 orang jatuh di kawasan padat penduduk di sebelah selatan Kota Karachi pada 22 Mei 2020 lalu. Investigasi menyusul bencana itu, di mana salah satu poinnya menyebut kecelakaan sebagai kesalahan pilot yang pikirannya terganggu oleh pandemi COVID-19.

Tiga hari setelah kecelakaan, Sky News memaparkan hasil investigasi paling awal yang dilakukan otoritas, yang menyatakan penerbangan PIA 8393 sempat menggores landasan pacu ketika berusaha mendarat. Rekaman menunjukkan tiga bekas terbakar yang memanjang di landasan pacu, dengan jarak 4.500 kaki, 5.500 kaki, serta 7.000 kaki.

Airbus A320 akhirnya jatuh di kawsan padat penduduk. Dua orang selamat dari kejadian ini. Rekaman lain menunjukkan pesawat turun dengan kecepatan tinggi sebelum meledak. Merujuk laporan investigasi awal, pilot sempat menyatakan kepada ATC bahwa roda pendaratan tak berfungsi dan mesin mati sebelum jatuh.

ATC pun sempat mengizinkan PIA 8303 melakukan "belly landing". Rekaman percakapan memperdengarkan bagaimana petugas ATC memberi pernyataan bahwa landasan pacu bisa digunakan. Pilot pun sempat menyentuh landasan pacu sebelum pesawat naik kembali. Ini cocok dengan keterangan salah satu korban selamat, Mohamad Zubair.

Kepada televisi Pakistan, Geo News, Zubair mengaku merasakan pesawat sempat turun menyentuh tanah sebelum kembali terbang. Pilot, kata Zubair juga sempat mengumumkan akan melakukan percobaan pendaratan ulang. Namun nahas. Pesawat tak pernah mendarat dengan selamat. 

"Saya bisa mendengar ada teriakan dari berbagai penjuru. Yang saya lihat hanya api, saya tak melihat mereka," kata dia dalam wawancara yang dilakukan di rumah sakit.

Laporan juga menyoroti pilot yang tidak melaporkan malfungsi saat pendaratan pertama. Malfungsi itu justru baru dinyatakan pilot pada percobaan kedua. ""8303, Anda berada di angka 1.800 kaki dan terus turun," demikian ucapan petugas ATC kepada pilot. Kokpit kemudian merespons dengan menyatakan mereka tengah berusaha mempertahankannya.

Lalu, dalam percakapan terakhir, pilot menyatakan mereka kehilangan dua mesin. "Konfirmasi. Silakan melakukan belly landing. Runway 25 bebas," ATC mengonfirmasi kondisi landasan pacu.

Sepuluh detik dari perintah ATC, terdengar pilot mengucapkan, "Mayday, mayday, mayday Pakistan 8303." Sinyal itu dijawab ATC dengan konfirmasi ulang bahwa mereka bisa segera mendarat.

Pikiran pilot terganggu pandemi COVID-19

Satu bulan setelah kejadian, India Today melaporkan pernyataan Menteri Penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan kepada parlemen negara itu. Ghulam, merujuk hasil investigasi saat itu mengatakan ada unsur kesalahan manusia dalam kecelakaan. Para pilot, ia katakan tidak fokus dan memikirkan pandemi virus corona.

"Sepanjang (penerbangan), diskusi (antara pilot) adalah tentang corona," kata Khan, yang melanjutkan keluarga para pilot terkena dampak.

Khan memberi contoh, di satu titik dalam penerbangan, ketika ATC memperingatkan pilot bahwa pesawat terbang terlalu tinggi, salah satu dari pilot menjawab bahwa hal itu akan mereka atur, sebelum kedua pilot kembali berbicara tentang corona. Khan, dalam kesempatan itu menyalahkan kedua pilot yang ia sebut tak mengikuti pedoman.

Distraksi menyebabkan rangkaian kesalahan prosedur. Pertama soal pesawat yang terbang terlalu tinggi selama upaya pendaratan pertama. Khan merinci, penyelidikan mendapati pesawat terbang pada ketinggian lebih dari 7.000 kaki ketika jarak pesawat kurang dari 15 kilometer dari landasan pacu. Dengan posisi itu ketinggian pesawat idealnya 2.500 kaki.

Kesalahan lain adalah bagaimana pilot justru menaikkan roda pendaratan yang sudah diturunkan sekitar 10 kilometer dari landasan. Kesalahan ini disebut Khan sebagai hal "di luar pemahaman." Khan juga mengatakan selama upaya pendaratan pertama, PIA 8303 menukik pada sudut 60 derajat, padahal sudut pendaratan biasa adalah 30 derajat.

Setelah upaya-upaya pendaratan yang gagal, PIA 8303 memutuskan berputar. Namun, upaya lepas landas kembali yang dilakukan pilot gagal. Pesawat tak berhasil mencapai ketinggian yang seharusnya hingga jatuh ke wilayah padat penduduk di Karachi.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya