Michael Jackson Menyabet Delapan Grammy Awards dalam Sejarah Hari Ini, 28 Februari 1984
Michael Jackson dan mentornya, Quincy Jones pada malam penghargaan Grammy Award ke-26 di Los Angeles, AS pada 28 Februari 1984. (China Daily/VCG)

Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, 40 tahun yang lalu, 28 Februari 1984, raja musik pop, Michael Jackson mampu menyabet delapan piala Grammy Awards. Prestasi itu semakin menegaskan eksistensi Michael di belantika musik dunia.

Sebelumnya, keinginan Michael untuk jadi terkenal tiada dua. Impian itu terus diucapkannya dalam doa. Ia mulai mengorbit bersama saudara kandungnya di grup musik, The Jackson 5. Ia lalu memilih solo karier. Keputusan itu membawa berkah. Nyanyiannya digemari di seantero negeri.

Michael Jackson memiliki bakat besar di dunia musik. Kemampuan itu membuat Michael bersinar di The Jackson 5 bersama saudara kandungnya. Kehadiran Michael ikut jadi penentu keberhasilan The Jackson 5 di belantika musik.

Michael Jackson (paling kecil) saat masih bergabung dalam The Jackson 5 bersama kakak-kakaknya. (Wikimedia Commons)

Grup musik itu mampu menghasilkan sejumlah lagu hits. Antara lain I Want You Back (1969), The Love You Save (1970), dan I'll Be There (1970). Perlahan-lahan pesona Michael mulai mengalahkan anggota The Jackson 5 lainnya.

Namanya kesohor di mana-mana. Potensi itu dilirik produser musik kenamaan Amerika Serikat (AS), Quincy Jones. Kehadiran Quincy Jones mampu membawa Michael ke dalam kesuksesan. Bahkan, kesuksesan itu jauh melampaui mimpi Michael.

Quincy Jones tak hanya membuat Michael dikenal dunia, tapi juga mampu memoles sosok itu jadi spektakuler. Narasi itu tertuang kala Quincy Jones membantu Michael menelurkan album terbarunya, Thriller pada 1982. Album itu laris manis di pasaran.

Michael Jackson diundang ke Gedung Putih oleh Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan pada 1984. (Wikimedia Commons)

Penjualannya mencapai 40 juta kopi. Artinya, album itu menjadi salah satu album terlaris yang pernah ada di dunia. Michael pun memetik manfaat. Pundi-pundi pendapatannya pun kian bertambah. Lebih lagi, keberhasilan itu semakin membuat Michael dikenal sebagai raja musik pop dunia.

“Inilah album yang sukses luar biasanya sungguh tak terbayangkan-terjual 40 juta kopi pada awal masuk daftar album terlaris, dengan tujuh dari sembilan lagu di dalamnya masuk daftar 10 lagu terpopuler. Album ini menggeser rekor yang dicetak, antara lain, oleh Rumours (Fleetwood Mac), Saturday Night Fever (soundtrack film dengan judul yang sama), dan Tapestry (Carole King).”

“ Materi di dalamnya mernang bisa memikat hampir siapa saja; ia digarap berdasarkan album sebelumnya, dengan membubuhkan funk yang lebih kental, hard rock, balada nan lembut, dan soul. Di sini lagu yang lembut, seperti Human Nature, bisa berdampingan dengan Beat It yang garang (dengan solo gitar oleh, ya, Eddie van Halen), juga The Girl Is Mine nan manis berduet dengan Paul McCartney, atau dengan P.YT. (Pretty Young Thing) yang ngefunk,” tertulis dalam laporan Majalah Tempo berjudul Sari Pati Sang Raja (2009).

Michael Jackson saat mendapatkan piala Grammy Awards pada 1984. (Facebook Recording Academy/Grammy Awards)

Prestasi album Thriller tak sedikit. Alih-alih hanya mengaskan Michael sebagai raja musik pop dunia, Thriller juga mampu menancapkan eksistensinya di dunia musik. Kehebatan itu teruji. Materi lagu dalam album Thriller mampu membawa Michael menyabet delapan buah piala Grammy Awards pada 28 Februari 1984.

Suatu prestasi yang sulit disamakan musisi lainnya. Michael mampu membawa pulang gelar Album of the Year untuk Thriller hingga Record of the Year untuk lagu Beat It. Kemenangan Michael disambut dengan gegap gempita. Banyak produser rekaman menganggap wajar prestasi yang diterima Michael.

“Pertama-tama, Michael adalah seorang perfeksionis. Kemampuan vokalnya, etos kerjanya, etos penulisan liriknya — semuanya sangat fenomenal. Dia tidak akan pernah merekam tanpa pemanasan dan dia tidak akan pernah bernyanyi dengan lampu menyala. Dalam kegelapan supaya dia tidak harus bergantung pada membaca dari selembar kertas.”

"Michael akan melakukan banyak sekali pengambilan vokal. Biasanya, Quincy Jones akan beristirahat dan meninggalkan Michael dan saya untuk melakukan pengambilan vokal. Jadi, jika Michael melakukan mungkin 20 pengambilan vokal, kami akan mendapatkan yang terbaik dari semuanya. Hal yang harus kami lakukan hanyalah memilih mana yang menurut kami terbaik. Kami merekam 'Billie Jean' di Westlake Audio di LA, dan Michael melakukan 91 kali pengambilan vokal. Itu memberimu gambaran tentang kemampuan Michael," terang produser rekaman, Bruce Swedien yang pernah bekerja sama dengan Michael sebagaimana dikutip laman Grammy Awards, 15 Mei 2017.