15 Januari dalam Sejarah: Lahirnya Situs Sumber Informasi Wikipedia yang Sempat Menuai Kontroversi
Tangkap layar laman Wikipedia (Sumber: Wikipedia.org)

Bagikan:

JAKARTA - Bagi para pencari informasi di mesin pencari, sangat jarang yang tak mengetahui Wikipedia. Situs ini menjadi salah satu yang paling banyak pengunjungnya di internet. Dan tepat hari ini, 15 Januari dua dekade lalu atau pada 2001, ensiklopedia gratis yang dikelola Wikimedia Foundation ini beroperasi. 

Mengutip Computer History, perangkat lunak di balik Wikipedia relatif sederhana. Tetapi dampak situs ini sangat besar. Artikel-artikelnya yang bersumber dari banyak orang memanfaatkan komunitas ahli dan editor di seluruh dunia, mendemokrasikan proses berbagi dan memperbarui informasi.

Wikipedia diluncurkan sebagai fitur Nupedia.com pada awalnya. Tetapi, setelah ada keberatan dari dewan penasihat, Wikipedia diluncurkan kembali sebagai situs independen beberapa hari kemudian. Pada tahun pertamanya, Wikipedia berkembang menjadi sekitar 20.000 artikel dalam 18 bahasa, termasuk Prancis, Jerman, Polandia, Belanda, Ibrani, China, dan Esperanto. Pada 2003, Nupedia dihentikan dan artikelnya dipindahkan ke Wikipedia.

Pada 2006, Wikipedia versi bahasa Inggris memiliki lebih dari satu juta artikel. Pada saat ulang tahun ke-10 pada 2011, artikel Wikipedia melampaui 3,5 juta. Namun, ketika ensiklopedia ini terus berkembang dengan kecepatan jutaan kata per bulan, jumlah artikel baru yang dibuat setiap tahun secara bertahap menurun, dari puncak 665.000 pada 2007 menjadi 374.000 pada 2010. Menanggapi perlambatan ini, Wikimedia Foundation mulai memfokuskan upaya ekspansinya pada Wikipedia versi non-Inggris, yang pada 2011 berjumlah lebih dari 250. 

Melansir Britannica, beberapa versi Wikipedia telah mengumpulkan ratusan ribu artikel. Perhatian khusus tertuju pada Wikipedia bahasa negara yang berkembang, seperti Swahili dan Tamil, dalam upaya menjangkau populasi yang sebelumnya tidak terlayani oleh Internet. Namun, salah satu penghalang bagi kemampuan Wikipedia untuk menjangkau pemirsa yang benar-benar global adalah pembatasan akses berkala Pemerintah China ke beberapa atau semua situs konten di China.

Kontroversi

Ketergantungan pada kebijakan komunitas menimbulkan beberapa masalah. Pada 2005, jurnalis Amerika John L. Seigenthaler, Jr., menemukan bahwa biografinya di Wikipedia keliru mengidentifikasinya sebagai seorang konspirator dalam pembunuhan John F. Kennedy dan Robert F. Kennedy. 

Klaim ini lolos ke Wikipedia selama 132 hari. Penulis informasi ini tidak dapat dengan mudah diidentifikasi, karena semua yang diketahui tentang kontributor tidak terdaftar dan hanya ada alamat IP atau protokol Internet komputer mereka. Kontributor tersebut kemudian mengaku dan meminta maaf, mengatakan bahwa dia menulis informasi palsu sebagai lelucon. 

Kasus Seigenthaler mendorong Wikipedia untuk melarang pengguna yang tidak terdaftar untuk mengedit artikel tertentu. Contoh vandalisme serupa kemudian membuat administrator situs merumuskan prosedur, meskipun ada protes dari beberapa kontributor, di mana beberapa pengeditan akan ditinjau oleh editor berpengalaman sebelum perubahan dapat muncul secara daring.

Administrator Wikipedia juga memiliki kekuatan untuk memblokir alamat IP tertentu, kemampuan ini digunakan pada 2006 setelah ditemukan bahwa anggota staf dari beberapa perwakilan kongres Amerika Serikat (AS) mengubah artikel untuk menghilangkan detail yang tidak mereka inginkan. 

Berita tentang pengeditan yang mementingkan diri sendiri menginspirasi Virgil Griffith, seorang mahasiswa pascasarjana di Institut Teknologi California, untuk membuat pemindai Wikipedia atau WikiScanner, pada 2007. Dengan menghubungkan alamat IP yang dilampirkan ke setiap pengeditan Wikipedia dengan pemiliknya, Griffith membangun basis data yang dia sediakan untuk siapa saja. 

Sementara banyak universitas atau sekolah tinggi mencegah atau melarang mahasiswanya menggunakan Wikipedia sebagai alat penelitian. Pada 2010 Wikimedia Foundation, merekrut beberapa profesor kebijakan publik di AS untuk mengembangkan wadah di mana siswa menyumbangkan konten ke situs Wikipedia. 

Hal tersebut dilakukan karena Wikipedia menjadi bagian yang tampaknya tak terhindarkan dari lanskap Internet. Klaim tersebut diperkuat oleh semakin banyaknya kutipan dari Wikipedia dalam opini peradilan AS, serta program yang dikelola oleh pemerintah Jerman untuk bekerja dengan situs berbahasa Jerman.