Pablo Escobar Tewas Penduduk Miskin Menangis dalam Sejarah Hari Ini, 2 Desember 1993
Pablo Escobar (Foto: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 2 Desember 1993, pasukan polisi Kolombia menyergap gembong narkoba terkuat di dunia, Pablo Escobar, di sebuah rumah biasa di Medellín, Kolombia. Ia tak bisa kabur karena ditembak di tempat.

Pada 1989, kelompok kartel Escobar, Medellin, dilaporkan menempatkan bom di atas pesawat dalam upaya membunuh seorang informan. Akibat pengeboman itu, lebih dari 100 orang tewas. Ancaman ekstradisi ke Amerika Serikat (AS) menimbulkan pembalasan yang lebih besar dari Escobar. Escobar diketahui mengatakan bahwa dia "lebih baik memiliki kuburan di Kolombia daripada sel penjara di AS.”

Mengutip Britannica, hingga akhirnya pada Juni 1991, Escobar menyerahkan diri dan dipenjara. Penyerahan dirinya bersamaan dengan Kongres Kolombia yang memilih untuk melarang adanya ekstradisi. Namun, pemenjaraannya tidak banyak berpengaruh pada kegiatan kriminal dan gaya hidupnya.

Selama di penjara, Escobar diizinkan membangun penjara mewah, yang kemudian dikenal sebagai La Catedral. Fasilitas di penjara itu tidak hanya mencakup klub malam, sauna, air terjun, dan lapangan sepak bola, tetapi juga memiliki telepon, komputer, dan mesin faks.

Namun, setelah Escobar menyiksa dan membunuh dua anggota kartel di La Catedral, para pejabat memutuskan untuk memindahkan Escobar ke penjara yang kurang akomodasi. Sebelum dipindahkan, Escobar lolos dari tahanan pada Juli 1992. Sejak saat itu batang hidung Escobar tidak diketahui keberadaannya. Pemerintah Kolombia yang dibantu oleh pejabat AS dan pengedar narkoba saingan, meluncurkan perburuan terhadap Escobar.

Keberadaan Escobar akhirnya diketahui. Sehari setelah perayaan ulang tahunnya pada 1 Desember 1993, keesokan harinya ia dikepung oleh pihak kepolisian. Saat berusaha kabur lewat atap, penembak jitu polisi menembak Escobar tujuh kali.

Ketika tembakan berhenti, dia berbaring telentang di atap, bersama dengan kedua senjatanya di samping tubuhnya yang tidak bergerak. Escobar bersama pengawalnya Alvaro de Jesus Agudelo atau The Lemon, tewas seketika. Pelarian Escobar terhenti dan kata-katanya untuk memiliki makam di Kolombia terpenuhi.

Jasad Pablo Escobar (Foto: Wikimedia Commons)

Masyarakat kecil menangis

Pemakaman Pablo Escobar diwarnai dengan teriakan "Viva Pablo!" oleh ribuan pelayat. Escobar memang dikenal sebagai seorang baron kokain yang kejam dan penjahat paling dicari di Kolombia. Namun bagi rakyat kecil, Pablo Escobar adalah pahlawan, terutama bagi penduduk miskin di kota kumuh lereng bukit Medellin.

"Dia membangun rumah dan peduli pada orang miskin," kata seorang mahasiswa teknik berusia 29 tahun yang saat itu menghadiri pemakaman Pablo Escobar, mengutip New York Times.

"Di masa depan, orang-orang akan ke makamnya untuk berdoa, seperti yang mereka lakukan kepada orang suci," tambahnya.

Meskipun seorang tokoh agama Katolik Roma hadir, upacara keagamaan batal dilakukan karena massa yang riuh berusaha meraih peti mati logam perak. Khawatir akan keselamatan para pelayat, istri dan dua anak Pablo Escobar pergi sebelum penguburan.

Kematian Escobar juga mempercepat kematian Kartel Medellin, yang merupakan peran sentral dalam perdagangan kokain di Kolombia. Keluarga Escobar mendapatkan perlindungan polisi. Presiden Kolombia Cesar Gaviria Trujillo menganugerahkan penghargaan kepada polisi dan agen yang melakukan operasi. Banyak warga Kolombia yang menyatakan kesiapan untuk balas dendam atas kematian Escobar.

Profil Escobar

Pablo Escobar terjun di dunia kriminal sejak masih remaja. Kegiatan ilegal awalnya adalah menjual ijazah palsu, menyelundupkan peralatan stereo, dan mencuri batu nisan untuk dijual kembali. Escobar juga mencuri mobil dan pelanggaran inilah yang mengakibatkan penangkapan pertamanya, yaitu pada 1974.

Seiring berkembangnya industri kokain di Kolombia, Escobar terlibat dalam penyelundupan narkoba. Pada 1970-an ia membantu mendirikan organisasi kejahatan kartel Medellín. Mitra terkenalnya termasuk Juan David, Jorge Luis, dan Fabio. Escobar menjabat sebagai kepala organisasi, yang sebagian besar berfokus pada produksi, transportasi, dan penjualan kokain.

Escobar juga memiliki kekuatan dan kekayaan yang luar biasa. Menurut beberapa laporan, dia memiliki kekayaan sekitar 25 miliar dolar AS, yang mendukung gaya hidup mewah yang mencakup perkebunan seluas 2.800 hektar yang disebut Hacienda Nápoles di Kolombia.

Escobar juga memiliki properti lapangan sepak bola, patung dinosaurus, danau buatan, arena adu banteng, lapangan terbang, dan lapangan tenis dalam satu area. Properti itu juga memiliki kebun binatang yang menampung jerapah, kuda nil, dan unta. Escobar juga mendanai berbagai proyek untuk membantu orang miskin, membuatnya sebanding dengan Robin Hood.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya