Kisah di Balik Hari Guru Nasional dalam Sejarah 25 November 1945
Ilustrasi (Unsplash/Husniati Salma)

Bagikan:

JAKARTA - Setiap 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Ini merupakan momen masyarakat Indonesia kembali mengingat peran guru dalam pendidikan dan memberi penghargaan kepada guru-guru di Indonesia.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemeneristekdikti) memperingati Hari Guru dengan menyelenggarakan Upacara bendera yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Upacara dilakukan secara tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Tema Hari Guru Nasional 2021 adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.”

Peringatan Hari Guru Nasional ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI pada 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan selalu diperingati setiap tahun. Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI sendiri lahir pada 25 November 1945.

Mengutip laman resmi PGRI, mulanya PGRI bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang dibentuk pada 1912. PGHB terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Mereka memiliki latar pendidikan yang berbeda-beda dan umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua yang menggunakan bahasa pengantarnya bahasa daerah ditambah bahasa Melayu.

Selain PGHB, selain itu ada juga Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan
Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), dan Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Terdapat juga organisasi guru yang memiliki nuansa keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), dan Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM).

Ilustrasi (Sumber foto: Unsplash)

Selain itu, terdapat organisasi Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang mana beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama. Seiring berjalannya waktu, peran guru tidak hanya berfokus pada perbaikan nasib serta kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi menjadi bagian dari perjuangan nasional untuk mencapai kemerdekaan.

Pada 1932, PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Penggunaan kata 'Indonesia' mengejutkan dan pihak Belanda jelas tidak menyukainya. Namun pada masa pendudukan Jepang, segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup. PGI tidak dapat melakukan aktivitas.

Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 juga memerdekan para guru di Indonesia. Pada 23-25 November 1945, Kongres Guru Indonesia digelar di Surakarta. Dengan kongres Guru Indonesia ini, ditekankan bahwa segala perbedaan antara organisasi guru yang didasarkan perbedaan tamatan di lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, aliran politik, agama, dan suku dihapuskan.

Perbedaan latar belakang dihilangkan untuk bersatunya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak kongres Guru Indonesia, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu dalam satu wadah PGRI.

Hari Guru juga diperingati secara internasional yaitu setiap 5 Oktober. Hari Guru Sedunia juga untuk mengingat jasa guru di seluruh dunia. Hari Guru Internasional merupakan hari adopsi Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru, yang menetapkan tolok ukur mengenai hak dan tanggung jawab guru.

Rekomendasi ILO/UNESCO juga memiliki standar untuk persiapan awal dan pendidikan lebih lanjut, rekrutmen, pekerjaan, dan kondisi belajar-mengajar. Rekomendasi tentang Status Tenaga Pengajar Pendidikan Tinggi diadopsi pada 1997 untuk melengkapi Rekomendasi 1966 dengan mencakup tenaga pengajar di pendidikan tinggi. Hari Guru Sedunia telah diperingati sejak 1994.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya