Orang-Orang Jatuh dari Tebing hingga Dimakan Binatang Buas Saat Bangun Jalan Cadas Pangeran
Jalan Cadas Pangeran (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Ketenaran Jalan Cadas Pangeran terbilang luas. Jalan Cadas Pangeran terkenal dengan rute berbahaya dan sejumlah cerita mistis.

Menurut situs resmi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Jalan Cadas Pangeran dibangun pada 1809, tepatnya pada masa penjajah Belanda. Jalan Cadas Pangeran berada tujuh kilometer di barat daya Kota Sumedang, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Jalan Cadas Pangeran memiliki tikungan berkelok tajam juga tanjakan dan turunan yang curam. Salah satu sisinya berhadapan dengan jurang, yang di bawahnya terhampar hutan lebat.

Di sisi lain Cadas Pangeran terdapat tebing tinggi yang ditumbuhi pepohonan rapat. Karena tidak ada permukiman warga, jika malam hari jalan tersebut begitu sepi.

Reputasi angker Cadas Pangeran

Jalan Cadas Pangeran (Sumber: Commons Wikimedia)

Cerita mistis tersebar dari mulut ke mulut juga membuat Jalan Cadas Pangeran terkenal dengan keangkerannya. Dalam sejarah pembangunannya, Jalan Cadas Pangeran konon memakan banyak korban.

Untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels membangun jembatan ini dengan melibatkan ribuan pekerja yang mayoritasnya warga Sumedang. Sebanyak lima ribu pekerja meregang nyawa karena harus bekerja rodi untuk mengikis perbukitan terjal dan memangkas material batu cadas yang keras dengan alat terbatas.

Banyak dari pekerja yang terjatuh saat bekerja, terjangkit penyakit bahkan dimangsa binatang buas di hutan belantara. Selain itu terdapat banyak makam dengan nisan tanpa nama di sekitar Jalan Cadas Pangeran.

Makam-makam tersebut diyakini warga setempat merupakan peristirahatan terakhir para pekerja rodi. Menurut cerita rakyat, di sekitar Cadas Pangeran juga terdapat batu yang diyakini sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX.

Pangeran Kusumadinata IX menentang kesewenang-wenangan Daendels saat pembangunan jalan. Penentangan tersebut membuat pekerjaan rakyat Indonesia lebih ringan dan sebagain besar pekerjaan dilakukan oleh Belanda.

Perpotongan Jalan Cadas Pangeran (Sumber: Wikimedia Commons)

Mengutip Kompas, pada 2020 Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyebut Jalan Cadas Pangeran sebagai jalan kebanggaan warga Sumedang. Kelestariannya pun akan terus dijaga.

Selain itu Pemkab Sumedang mengatakan Jalan Cadas Pangeran akan jadi simpul wisata Kabupaten Sumedang.

"Bagi kami ini jalan legendaris, masuk jalan nasional. Dibangun dengan menelan ribuan nyawa pekerja, tak hanya warga Sumedang, tapi juga warga di wilayah Priangan," kata Dony.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH NUSANTARA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

MEMORI Lainnya