Wali Kota di Meksiko Tewas Dibunuh Kartel Narkoba dalam Sejarah Hari Ini, 8 November 2013
Ilustrasi (Sumber: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 8 November 2013, Wali Kota Santa Ana Maya di Meksiko, Ygnacio Lopez Mendoza, tewas dan ditemukan di dalam mobil yang ditinggalkan di pinggir jalan. Direktur Asosiasi Otoritas Lokal Meksiko mengatakan Lopez Mendoza diculik, disiksa dan dibunuh oleh kartel narkoba.

Lopez Mendoza dikenal karena ia lantang melawan kartel narkoba yang kerap melakukan pemerasan. Santa Ana Maya merupakan kotamadya yang berada di negara bagian Michoacan. Michoacan dikuasai oleh suatu geng narkoba, Knights Templar atau nama Spanyol-nya Los Caballeros Templarios. Lopez lantang untuk melawan Knights Templar yang menguasai berbagai hal vital di Michoacan. Lopez juga mogok makan selama 18 hari untuk menuntut lebih banyak dana untuk kotamadyanya.

Mengutip Los Angeles Times, kematian Lopez terjadi pada saat masyarakat Meksiko bertanya-tanya apakah Michoacan yang merupakan daerah utama pertanian yang berada di sebelah barat Mexico City, benar-benar telah dikuasai oleh kartel narkoba. Knights Templar berperang dengan rivalnya untuk rute obat bius, menghancurkan bisnis besar dan kecil, dan bentrok dengan kelompok-kelompok petani yang telah bangkit di sejumlah negara bagian.

Pemerintah Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto dianggap tidak serius memberikan keamanan terhadap Michoacan. Michoacan telah lama lepas kendali ketika bagian lain Meksiko, termasuk wilayah yang dekat perbatasan AS, telah mengalami pengurangan kekerasan. Pada Mei 2013, Peña Nieto mengirim pasukan untuk menenangkan sejumlah titik Michoacan.

Ygnacio Lopez Mendoza (source: Facebook)

Peña Nieto juga mengirim pasukan dan polisi federal ke pelabuhan Lazaro Cardenas di Michoacan. Pelabuhan tersebut tempat para anggota kartel narkoba Knights Templar mengambil banyak keuntungan dengan mengendalikan perdagangan narkoba dan pemerasan besar-besaran.

Pemerintah daerah terus terjebak dalam baku tembak di Michoacan dan terkadang akhirnya ikut terlibat. Pada 2009, ketika pemerintahan masih dipegang Presiden Meksiko Felipe Calderon, sebanyak 35 wali kota, jaksa dan pejabat yang dituduh menerima suap dari kartel narkoba. Tetapi kasus itu tidak diselesaikan dan 35 wali kota tersebut akhirnya dibebaskan. Beberapa wali kota yang bersekutu dengan kartel meninggalkan kota mereka setelah terdapat kelompok yang main hakim sendiri.

Knights Templar juga diketahui mengendalikan pasar kayu dan ternak. Mereka menarik pembayaran dari pemilik rumah, pemetik jeruk nipis, penjual tortilla dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Lopez Mendoza keberatan dengan potongan 10 pesen yang diminta Knights Templar dari gaji pemerintahnya. “Saya akan mengatakan bahwa semua wali kota Michoacan memiliki masalah ini,” kata Lopez pada Oktober 2013. Hal ini yang memicu kartel narkoba tersebut menculik dan membunuh Lopez.

Presiden Asosiasi Wali Kota, Ricardo Bautista, mengatakan bahwa Lopez Mendoza memberi tahu banyak orang pada pertemuan di Mexico City sesaat sebelum kematiannya bahwa dia menjadi sasaran pemerasan oleh kartel narkoba.

Ilustrasi (Sumber: Unsplash)

Memerangi kartel narkoba

Pihak berwenang Meksiko telah melancarkan pertempuran mematikan melawan kartel narkoba selama lebih dari satu dekade, tetapi dengan sedikit keberhasilan. Ribuan orang Meksiko—termasuk politisi, mahasiswa, dan jurnalis—meninggal dalam konflik setiap tahun. Negara ini menyaksikan lebih dari tiga ratus ribu pembunuhan sejak 2006, ketika pemerintah menyatakan perang terhadap kartel.

Amerika Serikat (AS) telah bermitra erat dalam pertarungan ini. Mengutip laporan Council Foreign Relations, AS memberi Meksiko miliaran dolar untuk memodernisasi pasukan keamanannya, mereformasi sistem peradilannya, dan melakukan investasi lainnya. AS juga berusaha membendung aliran obat-obatan terlarang dengan memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan Meksiko-AS.

Kelompok perdagangan narkoba Meksiko mendominasi impor dan distribusi kokain, fentanil, heroin, mariyuana, dan metamfetamin di AS. Pemasok Meksiko bertanggung jawab atas sebagian besar produksi heroin dan metamfetamin, sementara kokain sebagian besar diproduksi di Kolombia dan kemudian diangkut ke AS oleh organisasi kriminal Meksiko.

Meksiko, bersama dengan China, juga merupakan sumber utama fentanil, opioid sintetis yang berkali-kali lebih kuat daripada heroin. Jumlah fentanil yang disita oleh otoritas Meksiko hampir empat kali lipat antara 2019 dan 2020.

Para ahli menunjuk kekuatan domestik dan internasional yang membuat kartel narkoba di Meksiko tumbuh subur. Di Meksiko, kartel menggunakan sebagian dari keuntungan besar mereka untuk membayar hakim, polisi, dan politisi. Mereka juga memaksa pejabat untuk bekerja sama, oleh sebab itu pembunuhan pegawai negeri relatif umum.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya