Misteri Kecelakaan Terowongan Salang Afghanistan yang Ditutupi Pihak Uni Soviet dalam Sejarah Hari Ini, 3 November 1982
Pintu masuk dan keluar Terowongan Salang (Foto: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 3 November 1982, sebuah truk yang membawa bahan bakar meledak di Terowongan Salang di Afghanistan. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terburuk era modern.

Terowongan Salang berada di area pegunungan Hindu Kush, antara provinsi Parwan dan Baghlan di Afghanistan, sekitar 90 kilometer sebelah utara kota Kabul. Terowongan itu menghubungkan Afghanistan utara dengan ibu kota, Kabul, dan bagian selatan negara itu. 

Saat itu terdapat konvoi tentara yang panjang sedang melakukan perjalanan dari Rusia ke ibu kota Afghanistan yaitu Kabul. Konvoi tersebut melalui kota perbatasan Hairotum dan melewati  Terowongan Salang yang memiliki panjang 2,7 km, tinggi 7,62 meter, dan lebar sekitar 5,1 meter. Terowongan ini dibangun oleh Uni Soviet pada 1970-an.

Tentara Uni Soviet menutup rapat cerita tentang kecelakaan tersebut, tetapi diyakini bahwa sebuah kendaraan tentara bertabrakan dengan truk bahan bakar di tengah terowongan yang panjang. Sekitar 30 bus yang membawa tentara langsung meledak. Api di terowongan menyebar dengan cepat saat orang-orang mulai panik.

Pasukan militer Uni Soviet yang berada di ujung terowongan salah paham dan menyangka bahwa ledakan itu adalah bagian dari serangan. Mereka pun menghalangi mobil untuk keluar.

Saat mobil berhenti di terowongan, kadar karbon monoksida di udara meningkat drastis dan api terus menyebar. Situasi semakin parah dengan sistem ventilasi terowongan rusak beberapa hari sebelumnya. Korban jiwa pun berjatuhan akibat luka bakar dan keracunan karbon monoksida.

Ilustrasi (Unsplash/Jeff Kingma)

Butuh beberapa hari bagi pekerja untuk mengumpulan semua mayat di terowongan. Karena tentara Soviet membatasi informasi yang dirilis tentang bencana itu, tragedi itu mungkin tidak akan pernah diketahui sepenuhnya.

Mengutip New York Times, kabar jumlah korban yang meninggal beragam. Para diplomat Barat yang menolak disebutkan namanya atau negaranya, mengatakan bahwa sebanyak 700 tentara Soviet tewas dan 200 lainnya terluka. Perkiraan korban sipil Afghanistan berkisar antara 400 hingga 2.000.

Sementara menurut juru bicara kelompok pemberontak Afghanistan Hezb-e-Islami, Mohammad Yaqub Sharafat, terdapat 450 tentara Soviet yang tewas dan jumlah kematian warga sipil mencapai ratusan. Sementara analis militer Pemerintah AS mengatakan informasi mereka menunjukkan bahwa 100 hingga 200 tentara Soviet dan Afghanistan telah tewas atau terluka.

Baik diplomat dan kelompok pemberontak di Afghanistan mengatakan para korban mati terbakar dan meninggal karena sesak napas. Tidak ada konfirmasi resmi dari Kabul atau Moskow. Namun, radio Kabul menyiarkan daftar panjang pemberitahuan kematian setiap malam sejak insiden itu.

Simbol kebanggaan

Kecelakaan tersebut bukanlah yang terakhir. Pada 2010, puluhan orang tewas dan ratusan terjebak sepanjang malam yang dingin setelah longsoran salju menyapu jalan raya pegunungan dan menutup Terowongan Salang. Namun demikian, Terowongan Salang adalah jalur kehidupan vital bagi Afghanistan, menghubungkan bagian utara negara itu dengan bagian lainnya.

Mengutip NPR, warga Afghanistan mengatakan Salang adalah simbol abadi dari kontribusi Uni Soviet untuk pembangunan negara mereka. Pada 1960-an, ketika terowongan itu selesai dibangun pada puncak Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling bersaing dengan membangun proyek infrastruktur di Afghanistan.

Terowongan Salang dari kejauhan (Sumber: Wikimedia Commons)

 

AS membangun sistem irigasi di provinsi Helmand di selatan. Di utara, Uni Soviet membangun Terowongan Salang.

Perang Dingin lalu memanas. Invasi dan pendudukan Soviet yang menghancurkan pada 1980-an akan merugikan Afghanistan dan AS memanfaatkannya dengan memberikan dana kepada kelompok anti-Soviet. Ketika Soviet pergi dari Afghanistan pada 1989, keadaan Afghanistan kacau ketika para panglima perang yang pernah bersama-sama melawan Uni Soviet, bersaing untuk mendapatkan kendali Afghanistan.

Selama tiga dekade perang, sebagian besar infrastruktur Afghanistan yang pernah dibangun Uni Soviet atau AS berubah menjadi reruntuhan. Meskipun sebagian direhabilitasi pada 2002, Terowongan Salang masih menjadi terowongan dua jalur yang sempit.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya