Secara Ilmiah, Olahraga Lebih Baik Dilakukan Sebelum Sarapan untuk Menghindari Diabetes
Ilustrasi sarapan setelah olahraga (Pexels/Nathan Cowley)

Bagikan:

JAKARTA – Setiap orang direkomendasikan untuk berolahraga terlepas dari masalah kelebihan berat badan maupun obesitas. Bagi yang memiliki kelebihan berat badan, justru sangat diperlukan rutin berolahraga untuk menghindari diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan studi yang dilakukan baru-baru ini, waktu paling tepat untuk berolahraga adalah sebelum sarapan. Mengapa waktu tersebut paling tepat untuk menghindari terkena diabetes? Sebab berkaitan dengan laju insulin dalam tubuh.

Dilansir dari Science Alert, Rabu, 7 April, insulin adalah hormon yang membantu mengontrol kadar gula darah. Setelah makan terutama makanan mengandung karbohidrat, gula akan dibawa ke otot dan disimpan sebagai sumber energi.

Ketika seseorang jarang berolahraga, maka kenaikan berat badan akan lebih cepat. Artinya perlu memproduksi lebih banyak insulin. Ini mengapa risiko terkena diabetes tipe 2 dan kardiovaskular akan lebih meningkat karena kelebihan berat badan.

Insulin seringkali tidak bekerja efektif pada tubuh. Untuk membuat tubuh tetap sensitif dan memproduksi cukup insulin, maka perlu distimulasi dengan bergerak lebih banyak. Berdasarkan studi, selama enam minggu bersepeda selama 50 menit, respon insulin meningkat setelah olahraga.

Dalam olahraga yang diawasi selama tiga kali seminggu dan dilakukan oleh pria, hasilnya produksi insulin lebih sedikit yang efeknya mampu mengontrol kadar gula darah mereka. Artinya, risiko diabetes tipe 2 lebih rendah.

Sebaliknya, pria yang melakukan olahraga yang sama setelah sarapan pagi tidak menunjukkan peningkatan respons insulin dalam darah.

Olahraga sebelum makan, disamping membuat insulin lebih efektif bekerja juga membakar sekitar dua kali lipat jumlah lemak selama olahraga dibadingkan kelompok yang berolahraga setelah sarapan.

Penurunan jumlah lemak dua kali lipat memang terjadi. Tetapi hindari untuk menurunkan berat badan lebih banyak karena berolahraga sebelum sarapan. Ini sering disalahpahami oleh banyak orang. Mereka berolahraga tanpa sarapan padahal keseimbangan energi jadi faktor penting.

Yang perlu diperhitungkan ketika menurunkan berat badan adalah jumlah energi yang dikonsumsi dari makanan dan minuman dikurangi jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh. Nah, jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh selain untuk aktivitas sehari-hari juga dibakar melalui olahraga.

Secara ilmiah dibuktikan bahwa energi akan buruk apabila melewatkan sarapan dan berolahraga. Itu berarti, olahraga tetap jalan dan sarapan jangan ditinggalkan.