Review Film <i>Memory</i>: Liam Neeson Beraksi Jadi Pembunuh Bayaran yang Berantakan
Liam Neeson (Black Bear Pictures)

Bagikan:

JAKARTA - Aktor Liam Neeson kembali beraksi lewat film terbarunya, Memory. Film arahan Martin Campbell ini merupakan film bergenre thriller aksi yang menjadi proyek kedua Neeson di tahun 2022.

Memory menceritakan Alex (Liam Neeson) seorang pembunuh bayaran yang hendak pensiun. Ia mendapat tugas terakhir namun ia menolak setelah tahu target terakhirnya adalah seorang perempuan muda.

Alex berusaha mengakhiri kontrak namun perempuan itu dibunuh orang lain. Alex pun menjadi kejaran FBI karena diduga terlibat. Di sisi lain, ia mengalami penyakit Alzheimer dan hal itu mempersulit usahanya untuk kabur dari kejaran FBI.

 

Vincent Serra (Guy Pearce) berusaha mencari tahu dalang di balik pembunuhan perempuan tersebut. Langkahnya terhalang oleh para penjahat tapi ia dipercaya Alex untuk memecahkan kasus tersebut.

Memory punya premis yang menarik namun eksekusinya kurang. Sejak awal, penonton seakan diajak buru-buru mengikuti perjalanan Alex.

Sosok Alex yang dianggap sebagai hero dalam film ini juga kurang dieksplor. Misalnya tidak ada momen yang menunjukkan Alex sebagai pembunuh bayaran yang mengalami alzheimer.

Perpindahan dari satu adegan ke adegan lain juga terlihat cepat dan berantakan. Dengan durasi hampir dua jam, ada banyak sub plot yang bisa dihapus dari cerita Memory. Salah satunya hubungan Alex dengan perempuan di hotel.

Akting Liam Neeson dan Guy Pearce bisa menjadi poin plus dari film Memory. Di usianya ke-69, Neeson menampilkan karisma lewat aksinya melawan para penjahat kelas kakap.

Interaksi dan chemistry mereka selalu dinantikan dalam film ini. Namun hal itu tidak dapat menyelamatkan keseluruhan cerita film. Terlepas dari itu, film Memory bisa menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan terutama penggemar Liam Neeson.

Adapun film Memory bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu, 18 Mei.