Bagikan:

JAKARTA - Pada sebagian orang ketika berpuasa membuat tubuh mudah lelah karena kurangnya asupan nutrisi, sehingga memilih untuk tidur. Namun, tidur yang terlalu sering atau bahkan sepanjang hari saat puasa dapat membawa dampak tidak baik bagi tubuh.

Tidur dalam jangka waktu panjang saat puasa tidak akan membuat tubuh kembali segar, malah bisa mengganggu fisik dan ibadah. Inilah beberapa dampak keseringan tidur saat puasa yang harus Anda perhatikan.

1. Menambah berat badan

Mengutip dari Huffpost, tidur yang kurang maupun berlebihan dapat berdampak pada penambahan berat badan. Metabolisme yang kurang baik saat keseringan tidur yang membuat menyebabkan berat badan bisa naik drastis.

Kebiasaan tidur dalam jangka waktu panjang ini bisa memberikan efek penimbunan lemak, terlebih jika sering dilakukan sesaat setelah sahur. Oleh karena itu, perhatikan durasi dan kualitas tidur yang cukup di malam hari agar bisa menjalani puasa dengan bugar seharian.

2. Menurunkan kebugaran tubuh

Tidur dalam jangka waktu lama akan membuat kebugaran tubuh menurun. Tidur siang panjang bukan membuat tubuh makin bugar, malah membuat badan semakin lemas dan kurang fit.

Dengan itu, puasa juga harus dibarengi dengan kegiatan atau aktivitas fisik memadai agar tubuh tetap bugar.

3. Menimbulkan gejala linglung

Tidur di siang hari dalam durasi yang lama bisa menimbulkan sleep inertia, menurut Cleveland Clinic. Ini merupakan kondisi ketika seseorang merasa linglung atau bingung, karena terbangun dari kondisi fase tidur nyenyak yang lama.

Gejala yang ditimbulkan bisa lebih parah seperti pusing, uring-uringan, hingga hilang keseimbangan tubuh. Keadaan ini tentu saja bisa mengganggu ibadah puasa Ramadan Anda.

Jika merasa tubuh lelah di siang hari saat berpuasa, maka solusi yang bisa dilakukan adalah power nap. Ini merupakan metode tidur hanya dalam durasi 20 hingga 30 menit di siang hari, untuk mengembalikan energi.