Bagikan:

JAKARTA - Cedera atau ketegangan pada area panggul kerap terjadi saat berolahraga, terutama ketika latihan dilakukan dengan intensitas tinggi tanpa teknik yang tepat.

Kondisi ini sering tidak disadari sejak awal, padahal dapat berdampak pada kenyamanan bergerak hingga fungsi tubuh secara keseluruhan. Tekanan berlebih pada otot inti dan panggul bisa memicu rasa nyeri hingga gangguan lain jika tidak ditangani dengan baik.

Pelatih pribadi Toby King menjelaskan latihan pengencangan otot yang terlalu berat, termasuk angkat beban, dapat memberi tekanan berlebih pada otot dasar panggul, khususnya pada pria.

“Jika otot-otot tersebut terus-menerus tegang atau kelebihan beban, maka hal itu dapat membatasi aliran darah dan menekan saraf yang penting untuk fungsi seksual yang sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa jenis latihan seperti leg press, ab rolling, hanging leg raises, hingga plank dapat meningkatkan ketegangan pada otot inti. Jika dilakukan terus-menerus tanpa keseimbangan, kondisi ini bisa membuat otot dasar panggul menjadi terlalu aktif.

Dampaknya tidak hanya pada performa latihan, tetapi juga dapat memicu gangguan seperti nyeri panggul, ketidaknyamanan, hingga masalah fungsi tubuh tertentu.

Selain itu, aktivitas seperti bersepeda dalam waktu lama juga berisiko jika posisi atau pengaturan sadel tidak tepat. Tekanan yang terus-menerus pada area tersebut dapat memengaruhi saraf dan jaringan otot di sekitar panggul.

King juga menyoroti pentingnya teknik yang benar saat berolahraga. Menurutnya, penggunaan beban berat tanpa didukung postur dan pola napas yang tepat justru dapat memperparah tekanan pada tubuh.

“Jika postur tubuh Anda salah dan pernapasan tidak benar, maka tekanan itu harus tersalurkan ke suatu tempat, dan seringkali berakhir di dasar panggul,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa kekhawatiran terhadap gejala yang muncul justru bisa memperburuk kondisi, karena meningkatkan ketegangan otot dan menciptakan siklus yang tidak sehat.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan untuk mengevaluasi kembali rutinitas latihan, terutama jika mulai muncul keluhan. Latihan yang terlalu banyak melibatkan area selangkangan, paha dalam, dan pinggul sebaiknya dikurangi sementara waktu.

Selain itu, penting juga untuk melatih relaksasi otot panggul melalui peregangan dan teknik pernapasan. Beberapa gerakan sederhana seperti Child’s Pose dan Happy Baby Pose dapat membantu mengurangi ketegangan pada area tersebut.

Jika keluhan berlanjut, berkonsultasi dengan terapis fisik atau tenaga profesional disarankan untuk mendapatkan penanganan yang tepat, terutama terkait latihan mobilitas dan fleksibilitas pinggul.