JAKARTA - Pola makan sederhana selama dua hari disebut mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) hingga 10 persen. Temuan ini membuka peluang baru bagi cara alami mengontrol kolesterol selain dengan obat-obatan.
Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak dalam darah terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan mengeras, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Maka dari itu, menjaga kadar kolesterol tetap normal sangat penting bagi kesehatan jantung.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnalNature Communicationsmenemukan diet rendah kalori berbasis oatmeal selama dua hari dapat memberikan dampak signifikan terhadap kadar kolesterol.
Dalam studi tersebut, peserta hanya mengonsumsi oatmeal yang dimasak dengan air sebanyak tiga kali sehari. Mereka boleh menambahkan sedikit buah atau sayuran, tetapi total asupan kalori dibatasi sekitar setengah dari kebutuhan harian biasa. Selama dua hari itu, peserta mengonsumsi sekitar 300 gram oatmeal per hari.
Hasilnya kadar LDL peserta turun rata-rata 10 persen, dan efek ini bertahan hingga enam minggu setelah diet selesai. Penulis studi, Marie-Christine Simon dari Institute of Nutritional and Food Science, University of Bonn menjelaskan hasil ini cukup berarti.
“Kadar kolesterol LDL yang sangat berbahaya turun hingga 10 persen. Itu merupakan penurunan yang cukup besar, meskipun tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan efek obat modern,” ujarnya, dikutip dari laman Mirror.co.uk.
BACA JUGA:
Tak hanya kolesterol yang membaik, peserta juga mengalami penurunan berat badan rata-rata dua kilogram serta sedikit penurunan tekanan darah.
Menariknya, efek ini tidak ditemukan pada kelompok lain yang hanya menambahkan oat ke menu harian tanpa mengurangi kalori. Dalam percobaan terpisah, peserta yang mengganti satu kali makan per hari dengan makanan berbahan oat selama enam minggu tidak menunjukkan perubahan berarti pada kadar kolesterol.
Artinya manfaat terbesar muncul ketika oatmeal dikonsumsi dalam pola diet rendah kalori jangka pendek, bukan sekadar sebagai tambahan makanan biasa.
Menurut Prof. Simon, diet singkat berbasis oat ini berpotensi dijadikan strategi berkala untuk menjaga kesehatan metabolik.
“Diet berbasis oat jangka pendek yang dilakukan secara teratur bisa menjadi cara yang mudah diterima tubuh untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal dan membantu mencegah diabetes,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui apakah pengulangan diet ini setiap beberapa minggu dapat memberikan efek pencegahan jangka panjang.
Manfaat oat bagi kolesterol sebenarnya sudah lama dikenal. Kandungan serat larut dalam oatmeal membantu mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Pakar dari Mayo Clinic juga menegaskan hal tersebut.
“Oatmeal mengandung serat larut yang dapat menurunkan kadar LDL, yaitu kolesterol ‘jahat’." tulis mereka dalam panduan kesehatan jantung.
Dengan hasil penelitian terbaru ini, oatmeal bukan hanya menu sarapan sehat, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari strategi diet singkat untuk membantu menurunkan kolesterol secara alami.