JAKARTA - Pemerintah Jepang akan mengeluarkan peringatan kepada operator-operator infrastruktur penting yang berisiko terkena serangan siber dengan menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.
Peringatan itu terungkap dari langkah-langkah penanggulangan yang disusun Pemerintah Jepang pada Senin.
Upaya itu dilakukan karena Claude Mythos, model AI terbaru yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan Amerika Serikat, Anthropic, telah memicu kekhawatiran eksploitasi untuk menyerang berbagai sistem, karena kemampuan luar biasa dalam mengidentifikasi kerentanan sistem.
Pemerintah Jepang juga berupaya keras membangun kerangka kerja melalui Kantor Keamanan Siber Nasional untuk menanggapi dan mencegah serangan tersebut.
Dilansir ANTARA dari Kyodo, Senin, 18 Mei, Menteri Digital Jepang Hisashi Matsumoto, yang bertanggung jawab atas keamanan siber, mendapat instruksi khusus dari Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi sejak awal Mei untuk menyiapkan langkah-langkah terhadap potensi serangan siber di tengah meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh AI.
BACA JUGA:
Langkah-langkah penanggulangan tersebut disusun dalam rapat, Senin, yang dihadiri Matsumoto dan pejabat senior dari berbagai badan pemerintah, termasuk Badan Kepolisian Nasional, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Infrastruktur.
Menteri Matsumoto memperingatkan penggunaan AI dengan buruk dapat secara dramatis meningkatkan skala dan kecepatan serangan siber.
Karena itu, menurutnya, Pemerintah Jepang perlu segera merancang respons terhadap ancaman tersebut karena itu merupakan masalah yang mendesak untuk diatasi.