JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital mengatakan telah menerima laporan penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun di platform TikTok, sebagai langkah kepatuhan PSE terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS).
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa dalam laporan terbarunya, sejak 28 Maret hingga 28 April 2026, TikTok telah menonaktifkan lebih dari 1,7 juta akun anak di bawah 16 tahun.
BACA JUGA:
Meutya menegaskan, langkah ini menjadi indikator bahwa kepatuhan platform digital tidak cukup hanya berupa pernyataan komitmen, melainkan harus dibarengi dengan tindakan konkret yang terukur.
"TikTok menjadi yang pertama melaporkan angka penonaktifan dan yang pertama menunjukkan bahwa komitmen dibarengi juga oleh langkah-langkah nyata yang secara transparan disampaikan kepada publik melalui Kemkomdigi," kata Meutya dalam konferensi persnya pada Selasa, 28 April.
Namun demikian, Meutya mengakui dalam proses penertiban tersebut terdapat kesalahan sistem yang menyebabkan akun pengguna dewasa ikut terdampak dan ikut dinonaktifkan. Untuk itu, Ia meminta pengertian kepada seluruh pengguna.
Selain penertiban akun anak, pemerintah juga mendorong peningkatan pengawasan terhadap konten berbahaya lainnya, termasuk praktik kejahatan digital seperti judi online yang masih marak di berbagai platform.
"Mungkin kemarin ada sedikit gangguan yang saya rasa mohon dimengerti, kalau ada gangguan-gangguan sedikit tadi disampaikan oleh TikTok bahwa kalau memang ada akun orang dewasa yang tidak sengaja ikut ternonaktifkan, maka segera laporkan untuk normalisasi dan akan dilakukan dengan cepat," tambahnya.
Lead of UGC, TikTok Indonesia, Richard Anggoro juga menyatakan bahwa akun-akun yang tidak sengaja terimbas minggu kemarin, sudah aktif kembali. Kendati demikian, ia memastikan pengguna yang terdampak dapat mengajukan pemulihan akun melalui pusat bantuan (help center), dengan proses yang diklaim dilakukan secepat mungkin.
"Untuk normalisasi bisa disampaikan kepada help center kami, untuk prosesnya sendiri itu akan dilakukan segera mungkin. Dan terkait dengan apa yang terjadi kemarin di weekend, itu akun-akunnya sudah di-resolve dan sudah up to active," tandasnya.