JAKARTA - Ancaman kejahatan siber di industri financial technology (fintech) terus berevolusi seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di Asia Tenggara.
Dalam salah satu sesi diskusi di gelaran Money20/20 Asia 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengungkapkan bagaimana evolusi kejahatan siber serta dampaknya terhadap masa depan industri fintech.
BACA JUGA:
“Kita semua menyadari bahwa scam semakin marak terjadi di seluruh dunia dengan beragam modus yang terus berkembang,” kata Niki.
Menurutnya, edukasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Maka dari itu, perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur serta ekosistem hukum yang mampu melindungi konsumen dan meningkatkan standar keamanan.
VIDA meyakini bahwa penerapan multi-layered defense sangat diperlukan untuk menghadapi modus penipuan digital yang semakin canggih.
“Seperti pada abad pertengahan, ketika membangun sebuah kastel, sistem pertahanan dirancang berlapis untuk melindungi dari serangan musuh. Pendekatan serupa juga perlu diterapkan dalam membangun keamanan di industri fintech,” tambah Niki.
Sebagai penyedia layanan identitas digital terkemuka, VIDA membagikan empat lapisan dan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku fintech untuk mengoptimalkan sistem keamanan mereka:
Verifikasi individu
Pemanfaatan teknologi biometrik yang didukung dengan lapisan pengamanan tambahan menjadi krusial untuk memastikan bahwa pengguna merupakan individu nyata, bukan sekadar gambar atau potongan foto yang diambil dari internet.
Verifikasi perangkat
Banyak serangan berawal dari celah pada perangkat, seperti injection attack yang memungkinkan memanipulasi kamera. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sumber kamera dan biometrik wajah yang digunakan benar-benar autentik dan tidak dimanipulasi.
Verifikasi identitas
Penting untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan telah terdaftar dalam database pemerintahan setempat, termasuk kesesuaian dengan dokumen identitas fisik yang dimiliki.
Pemanfaatan teknologi berbasis AI
Integrasi AI dalam setiap lapisan keamanan memungkinkan pelaku fintech untuk mendeteksi anomali secara lebih akurat dan adaptif, sekaligus meningkatkan skalabilitas dalam menghadapi pola serangan yang terus berkembang.