Bagikan:

JAKARTA - Menyajikan makanan saat nonton bareng kini sudah menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari pengalaman menikmati pertandingan di layar kaca, terutama sepak bola.

Mulai dari camilan ringan hingga makanan berat, kebiasaan ini tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga membentuk pola konsumsi tersendiri di tengah masyarakat urban yang semakin mengandalkan layanan serba praktis.

Fenomena tersebut turut disoroti dalam laporan “The Nobar Economy” yang dirilis oleh Grab melalui layanan GrabAds. Laporan ini menunjukkan aktivitas nonton bareng berkembang menjadi momen dengan tingkat konsumsi tinggi, terutama melalui layanan seperti GrabFood dan GrabMart.

Data menunjukkan bahwa potensi audiens untuk momen seperti ini sangat besar. Riset dari The Trade Desk dan YouGov mencatat sekitar 180 juta masyarakat Indonesia mengikuti ajang sepak bola global pada 2022.

Sementara itu, survei Snapcart mengungkapkan 84 persen penonton menikmati pertandingan sambil mengonsumsi makanan dan minuman.

Selain itu, kebiasaan memesan makanan secara online juga semakin kuat. Masih dari Snapcart, mayoritas konsumen memilih layanan pesan-antar agar tetap bisa menikmati pertandingan tanpa gangguan.

Data internal Grab Indonesia menunjukkan adanya peningkatan permintaan untuk makanan yang praktis dan mudah disantap bersama selama periode pertandingan besar.

Jenis makanan seperti pizza, martabak, camilan ringan seperti popcorn, snack kacang, donat, hingga minuman siap saji menjadi pilihan populer karena mudah dibagikan dalam suasana kebersamaan.

Menariknya, di tengah maraknya pilihan tersebut, makanan lokal tetap menjadi favorit. Menu seperti nasi goreng, ayam goreng, hingga sate masih mendominasi pilihan konsumen selama momen nonton bareng.

Menurut Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia, fenomena ini menunjukkan perubahan pola konsumsi yang cukup signifikan.

"Fenomena nobar menunjukkan bagaimana momen hiburan dapat berkembang menjadi peluang komersial yang masif. Ketika konsumen mengambil keputusan pembelian secara real-time, kehadiran brand di dalam ekosistem digital menjadi faktor kunci dalam mendorong konversi penjualan secara nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan kehadiran brand dalam momen dengan permintaan tinggi dapat berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi, sebagaimana terlihat pada tren selama ajang sepak bola global sebelumnya.

Terlebih lagi, semakin dekatnya perhelatan serupa di tahun-tahun mendatang, pola konsumsi saat nonton bareng diperkirakan akan kembali meningkat. Kebiasaan sederhana seperti menikmati makanan bersama saat menonton pun kini berkembang menjadi bagian dari dinamika ekonomi digital yang lebih luas.