Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengaku tak khawatir jika komoditas sawit hingga kopi Indonesia dilarang untuk masuk ke pasar Uni Eropa.

Adapun larangan tersebut buntut dari kebijakan Undang-undang Anti Deforestasi atau EU Deforestation Regulation (EUDR).

“Enggak usah khawatir, EUDR itu kan soal kelapa sawit. Kalau kelapa sawit itu enggak mau dibeli oleh EU, ngapain kita repot?,” katanya di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis, 25 April.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan pasokan sawit petani akan dimanfaatkan untuk kebutuhan di dalam negeri. Dia juga menyinggung soal program presiden terpilih Prabowo Subianto, soal kemandirian energi.

Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa Prabowo akan memanfaatkan produksi sawit dalam negeri untuk bahan bakar.

“Pak Prabowo udah nyiapkan untuk bikin Avtur, ya hati-hati aja, jangan sampai dimarahin karena kita nanti enggak bisa jual. Apalagi kalau kita tingkatkan B60 nah itu bisa berkurang. Kan Pak Prabowo programnya itu akan mandiri di bidang energi. Jadi soal hasil-hasil pertanian sawit, enggak usah khawatir,” jelasnya.

Zulhas juga mengaku tak khawatir adanya larangan masuknya produksi pertanian lainnya ke Uni Eropa.

“Enggak usah khawatir. Kopi kalau you enggak mau beli, banyak yang masih mau beli, gitu ya. Justru mereka yang butuh kita, enggak usah khawatir,” katanya.