Kejar Target 2 Juta Ton Produksi Udang di 2024, Begini Strategi Menteri Trenggono
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Dok. ANTARA)

Bagikan:

KEBUMEN - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya fokus untuk mencapai target yang ditetapkan, salah satunya capaian produksi udang sebesar 2 juta ton pada 2024.

"Saya ingin mengejar target yang diberikan oleh pemerintah. Pada waktu saya diangkat menjadi Menteri KP itu ada satu target di 2024 mencapai produksi udang nasional dua juta ton," ujar Trenggono dikutip dari Antara, Selasa.

Guna mencapai target tersebut, lanjut Trenggono, salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui proyek percontohan tambak udang BUBK yang dapat ditiru dan diterapkan oleh para pelaku usaha termasuk masyarakat pada umumnya.

Trenggono menjelaskan, syarat agar tambak udang dapat berproduksi dengan baik, di antaranya jauh dari pemukiman masyarakat serta memiliki kualitas air yang bersih.

"Pertama dekat dengan lingkungan masyarakat itu adalah sebuah syarat yang harus dihindari. Karena dengan banyak masyarakat mendekat ke tempat budi daya, maka rentan sekali dengan hadirnya virus, bakteri. Budi daya yang baik itu di suatu tempat yang betul-betul terbebas dari polusi," katanya.

Kebumen sebagai lokasi tambak berdasarkan audit yang dilakukan pihaknya telah memenuhi persyaratan tersebut di atas.

Tambak BUBK yang berada di atas lahan seluas 100 hektare ini disebutnya telah memiliki sejumlah fasilitas yang mumpuni, di antaranya water intake, instalasi pembuangan air limbah (IPAL), tandon air, hingga pengecekan kesehatan bibit udang atau PCR serta laboratorium pengecekan kondisi kesehatan air.

Dari sisi pemeliharaan pun, udang dirawat dengan teratur dan diperhatikan dengan baik atau intensif.

Trenggono berharap, proyek percontohan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga menghasilkan manfaat yang positif bagi pendapatan negara.

Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan, tambak BUBK memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya BUBK ini alhamdulillah masyarakat yang kerja di sini kurang lebih sudah 90 persen memilih kerja di BUBK. Jadi masyarakat dilatih KKP melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Memiliki ilmu, kemudian bekerja di sini," ujarnya.