Bagikan:

JAKARTA - Kemenangan Atlet bulu tangkis Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ajang Olimpiade Tokyo 2020 membuat bangga warga Indonesia. Banyak orang yang terharu dibuatnya. Namun di tengah euforia tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando membuat twit kontroversial yang dianggap SARA. Perbuatannya di tengah momen yang bisa mempererat bangsa ini tiada berguna. Sudah saatnya praktik yang justru bisa memecah belah bangsa ini dihentikan. 

Nama Greysia/Apriyani bergema setelah berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade. Bagaimana tidak, mereka adalah orang yang sanggup membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dengan penuh rasa bangga. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang menangis haru dibuatnya.

Karyawan di salah satu perusahaan swasta Jakarta, Kianti misalnya. Ia tak dapat membendung air matanya tatkala Greysia/Apri mencetak poin terakhir yang menandakan kemenangannya melawan ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yifan. 

"Deg-degan banget detik-detik terakhir. Pas mereka menang tuh kaya otomatis menitikan air mata aja langsung," kata Kianti dihubungi VOI

Kianti bilang momen mengharukannya bertambah saat lagu Indonesia Raya berkumandang. "Kaya seneng, gemeteran, terharu gitu." 

Perasaan yang sama juga dirasakan Andreas, salah seorang pegawai swasta di Bogor. Ia mengaku merinding setelah detik-detik akhir Greysia/Apriyani memenangkan pertandingan. "Bangga banget berasa merinding. Bisa dapet medali emas di ajang olahraga kelas internasional."

Mengganjal euforia

Di tengah euforia masyarakat merayakan kemenangan Greysia/Apriani, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando membuat twit kontroversial. Dalam twitnya Ade menyinggung soal agama Greysia/Apriani. 

"Kalau saya bilang Greysia/Apriani itu duo beragama Kristen/Islam, masih pada ngamuk-ngamuk enggak ya?" kata Ade.

Twit yang menyinggung soal agama ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Ade juga sempat memancing perdebatan publik terkait agama Atlet bulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting. 

"Eh Ginting itu Islam atau Kristen? Ya Kristen lah... oooh," demikian twit Ade. 

Kepada VOI, Ade Armando menjelaskan pesan dari twitnya tersebut. "Itu buat menyindir mereka yang mengait-ngaitkan agama dengan segala hal, termasuk olahraga."

Ihwal anggapan warganet yang menyebut twit Ade merusak suasana hingga tindakan SARA, dia tak merasa begitu. "Justru kita harus selalu ingat bahwa umat islam dan Kristen bersaudara. Kalau kita bersatu kita bisa menang," kata Ade. 

Kendati begitu, tak semua warganet menganggap twit Ade demikian. Sebaliknya, malah banyak yang memprotes twit tersebut. 

Diprotes warganet

Pegiat sejarah Mazzini misalnya, lewat akun Twitternya @mazzini_gsp, menyesalkan twit Ade yang menyinggung soal agama atlet ganda puteri Greysia/Apriani. Kata Mazzini padahal tak ada yang mempermasalahkan soal agama dari atlet tersebut. Justru Ade sendiri yang membuat raming seolah ada kelompok yang tak suka kepada atlet itu karena beda agama. 

"Kemaren agamanya Ginting, sekarang agamanya ganda puteri ini. Padahal gak ada yg permasalahin soal agama, dia sendiri yg bikin framing seolah ada kelompok yg gak suka dengan atlit akibat beda agama," ujar Mazzini. 

Senada, pemilik akun @zalkad juga menyebut Ade sedang merekayasa konflik. "Jadi dia membuat seakan-akan ada konflik antar pendukung atau dari kelompok konservatif... Jadi dia membuat dirinya seakan signifikan untuk meredam kembali konflik yang sudah ia buat sendiri."

Sementara itu, pemilik akun @wyasmin mempertanyakan mengapa twit Ade masih bernada SARA. Ia beropini jangan-jangan Ade kehabisan topik. "Masih SARA juga de? Emang enggak ada topik lain? Kejar tayang."

Melihat masalah ini, Pakar hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad angkat bicara. Ia menyayangkan di tengah euforia masyarakat terhadap kemenangan Greysia/Apriyani, kenapa ada orang yang mempersoalkan hal yang tak perlu dipersoalkan. Apalagi menurut Suparji olahraga merupakan salah satu hal pemersatu bangsa.

"Sebagai simbol pemersatu, olahraga melepaskan dari sekat-sekat itu. Yang menghormati, saling toleransi. Dari dulu enggak ada yang mempersoalkan keyakinan, agama dalam konteks olahraga. Karena di situlah sportivitasnya," ujar Suparji kepada VOI.

Harus disudahi

Menurut Suparji narasi yang mengait-ngaitkan agama seperti ini memang kerap terjadi. Dan ia tak pernah lelah berkali-kali mengajak orang-orang tersebut untuk kembali berintrospeksi diri. 

"Jadi ini menurut saya berkali-kali ini harus kembali introspeksi, untuk apa sih mengatakan hal itu sebagai seorang akademisi, sebagai seorang pegiat media sosial... Persoalkan saja yang perlu dipersoalkan, yang enggak perlu enggak usah," kata Suparji. 

Suparji bilang mengatasi permasalahan seperti ini memang tidak mudah. Bahkan hingga berhadapan dengan masalah hukum. "Dan kemudian berakhir tanpa penyelesaian hukum."

Padahal menurut Suparji, kalau sebuah tindakan sudah sampai menyinggung perbedaan agama, itu termasuk masalah SARA. Sehingga perbedaan tersebut memang tak boleh dipersoalkan lagi. 

"Makanya kalau sampai membedakan orang berdasarkan agama itu kan masalah SARA kan. Karena itu sesuatu yang bersifat hak asasi manusia kan, bersifat hakiki. Agama itu berangkat dari Tuhan, hak yang diperoleh secara otomatis. sehingga tidak boleh orang mempersoalkan," tutur Suparji.

Oleh karena itu Suparji mengimbau agar narasi-narasi berbau SARA sudah saatnya disudahi. "Sudahi sajalah nyinyir-nyinyir begitu. Lebih baik bernarasi yang bermanfaat gitu loh. Baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

*Baca informasi lain tentang VIRAL atau tulisan menarik lain dari Ramdan Febrian Arifin.

BERNAS Lainnya