Bagikan:

JAKARTA – Desakan ekonomi ditambah rendahnya kesadaran masyarakat mengenai kekerasan seksual terhadap anak disebut menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan tindakan asusila, bahkan kepada orang paling dekat sekali pun.

Dalam beberapa hari ke belakang, publik tengah dihebohkan oleh video yang berisi seorang wanita melecehkan bocah laki-laki. Usut punya usut, ternyata perempuan berbaju oranye adalah R, 22 tahun. Ia melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut kepada anak kandungnya sendiri yang baru berusia 4 tahun.

Peristiwa menjijikan tersebut terjadi di rumah kontrakannya di wilayah Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Motifnya diduga karena Si Ibu kesulitan finansial.

R (22), ibu muda di Pondok Aren Tangsel tersangka kasus persetubuhan dengan anak kandung. (VOI/Muhamad Jehan)

Ketika video rekaman tersebut viral, R menyerahkan diri ke Polres Tangerang Selatan, Minggu (3/6/2024). Guna memudahkan penyidikan, kasus ibu cabuli anak kandungnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Kasus tersebut juga bersangkutan dengan transaksi elektronik.

Polisi telah menetapkan R sebagai tersangka. Ia dikenakan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE dana tau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU Nomoe 44 tahun 2008 tentang Pornografi atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak.

Mengancam Masa Depan

Masyarakat tidak habis pikir dengan kelakuan menjijikan R terhadap anak kandungnya sendiri. Ketika ibu-ibu lain berusaha melindungi anaknya, R malah melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu psikologis anak di masa depan.

Apa yang dilakukan R terhadap anaknya membuat publik geram. Pasalnya, tindakan asusila tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental Si Korban, apalagi pelakunya adalah ibu sendiri, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak.

Anak-anak yang mengalami perilaku seperti ini bisa memiliki trauma sepanjang hidup. Bahkan, bukan tidak mungkin ia menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan berujung pada masalah sosial di masa depan.

Gelar kasus ibu muda setubuhi anak kandung di Tangerang Selatan. (VOI/Muhamad Jehan)

“Akhirnya mereka merasa bahwa memperlakukan orang lain seperti itu adalah wajar. Kenapa? Karena itu diberikan dari dia kecil. Jadi habis itu enggak apa-apa, merasa terbiasa. Jadi seperti conditioning atas perilaku yang sebetulnya salah,” kata psikolog anak di Unit Anak dan Remaja Sajiva RSK Jiwa Dharmawangsa, Mira Amir.

Sementara itu, psikolog sekaligus Praktisi Perlindungan Perempuan dan Anak Riza Wahyuni mengatakan, anak yang menjadi korban pelecehan ibu kandung mesti tinggal terpisah untuk sementara, demi menghindari kejadian yang lebih buruk.

“Seharusnya kalau kondisi seperti ini, sebaiknya anak dan ibunya dipisahkan, jadi anak negara. Dia harus terpisahkan supaya tidak mengalami eksploitasi oleh ibunya, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terhindarkan,” ucap Riza.

Terhimpit Ekonomi

Kejadian ini bermula dari media sosial Facebook. Kepada polisi pelaku mengaku mendapatkan pesan atau Direct Message (DM) dari seseorang yang mengaku bernama Icha Shakila di Facebook. Icha tiba-tiba menawarkan R uang sebesar Rp15 juta jika ia mengirimkan foto tanpa busana.

Karena terhimpit ekonomi, R menerima tawaran tersebut dan mengirimkan foto dirinya tanpa busana ke akun Facebook Icha. Tawaran itu terjadi pada 28 Juli 2023.

Tak berhenti sampai di situ, akun Icha kembali meminta foto kepada R dengan pose berbeda. Permintaan kedua ini juga dibarengi ancaman akan menyebar foto bugil jika R tidak memenuhi permintaan tersebut.

R sempat menolak karena suaminya sedang tidak di rumah. Tapi akun Icha terus mengancam R untuk berhubungan seks dengan anaknya sendiri. Meski demikian, iming-iming duit Rp15 juta yang dijanjikan belum dibayar.

Belum reda kasus R mencabuli anak kandungnya, peristiwa serupa terjadi di Bekasi, di mana ibu muda berinisial AK, 26, ditangkap Polda Metro Jaya. Sama seperti kasus R, AK juga mencabuli anak sendiri karena tergiur tawaran uang dari sebuah akun media sosial.

Ilustrasi - Pelecehan seksual. (ANTARA)

Menurut Riza apa yang dilakukan R dan AK dilatarbelakangi oleh dua hal, yaitu media sosial dan ekonomi.

"Penggunaan sosmed memengaruhi pikiran seseorang. Saat dia tidak mampu melakukan ke orang lain, mereka lakukan ke orang terdekat yaitu anak. Ada masalah di otak berkaitan dengan seks. Biasanya kemiskinan, mereka dari menengah ke bawah," ujarnya.

Sedangkan Mira Amir menjelaskan, tersangka nekat melakukan aksi bejatnya karena berada di bawah ancaman dan perasaan takut. Karena khawatir foto bugilnya tersebar, R harus mengorbankan anaknya yang masih balita.

“Dalam keadaan terancam, seseorang tak punya kemampuan untuk menyelesakan masalah secara efektif,” kata Mila.

“Akhirnya dia mengambil langkah pendek. Dia mengambil keputusan tanpa perhitungan yang matang,” imbuhnya.

Edukasi Seks Dianggap Tabu

Kasus pencabulan terhadap anak masih marak terjadi di Indonesia. Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) peride Januari sampai November 2023, ditemukan 15.120 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari – Jakarta. Dari ngka itu, didominasi kasus kekerasan seksual.

Kejadian ini mencerminkan kurangnya literasi mengenai hak anak dan kesadaran akan kekerasan terhadap anak di masyarakat. Padahal, memberikan edukasi terhadap anak mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh sangat penting untuk menghindari anak menjadi korban kekerasan seksual.

Psikolog Sani Budiantini Hermawan menuturkan, anak-anak seharusnya mendapatkan edukasi seksual sejak dini. Namun sayang, bagi sebagian masyarakat hal semacam ini masih dianggap tabu.

"Kapan harus diajarkan kepada anak? Semenjak dia bisa berbicara. Misal, tidak ada yang boleh menyentuh area tubuh yang bersifat pribadi. Kalau ada sesuatu yang tidak menyenangkan harus bercerita," ucap Sani.

"Bukan hanya bagian tubuh yang bersifat pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, namun juga area tubuh lainnya yang terlindungi oleh pakaian. Misalnya perut, paha. Beri pemahaman kepada anak jika ada yang menyentuh bagian tersebut, segera beritahu orang yang ia percaya," tambahnya.