Israel Siapkan Anggaran untuk Serang Iran, Teheran: Zionis Harus Siapkan Puluhan Ribu Miliar Dolar untuk Perbaikan
Ilustrasi rudall milik Iran. (Wikimedia Commons/Hawijpolo)

Bagikan:

JAKARTA - Pekan lalu, media Israel melaporkan pemerintah telah menyetujui anggaran sebesar 5 miliar shekel atau sekitar 1,5 miliar dolar Amerika Serikat, untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Iran merespon ini dengan mengancam balik Israel.

Tel Aviv telah berulang kali menuduh Teheran secara diam-diam mengejar senjata nuklir, kendati otoritas Teheran secara vokal membantah klaim tersebut. Dalam unggah di media sosial, pejabat Iran memperingatkan Israel dengan ancaman balik.

Israel akan dibuat untuk membayar harga ekonomi yang besar jika berani menyerang Iran, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, telah memperingatkan.

"Alih-alih mengalokasikan anggaran 1,5 miliar Amerika Serikat untuk kekejaman terhadap Iran, rezim Zionis harus fokus pada penyediaan dana puluhan ribu miliar dolar untuk memperbaiki kerusakan yang akan disebabkan oleh tanggapan mengejutkan Iran," tulis Shamkhani dalam unggahannya di Twitter kemarin, mengutip Sputnik News 25 Oktober.

Shamkhani mengunggah pesan itu dalam bahasa Persia, Ibrani, Inggris dan Arab, mungkin untuk memastikan bahwa peringatan itu mencapai audiens yang dituju.
Pejabat itu tidak merinci bentuk tanggapan hipotetis Iran terhadap agresi hipotetis Israel.

Iran diketahui memiliki rudal balistik dan rudal jelajah konvensional yang memiliki jangkauan luas, mampu mencapai sasaran di Israel. Teheran juga memiliki sejumlah koalisi di dekat Israel yang bisa diandalkan, termasuk milisi Hizbullah Lebanon dan Pemerintah Suriah yang telah dibantunya.

Peringatan Shamkhani muncul setelah pemberitaan di media Israel pekan lalu bahwa pihak berwenang negara itu telah menyetujui pendanaan persiapan menyerang fasilitas nuklir Iran, mencakup segala sesuatu mulai dari pesawat terbang dan drone pengumpul intelijen, hingga persenjataan khusus untuk serangan pada fasilitas bawah tanah yang dijaga ketat.

Dana tersebut dilaporkan merupakan bagian dari anggaran pertahanan senilai 17,5 dolar Amerika Serikat miliar untuk tahun fiskal 2022 yang disetujui musim panas ini.

Selasa pekan lalu, Menteri Keuangan Israel Avigdor Liberman memperingatkan, dia yakin konflik dengan Iran tidak dapat dihindari, menyarankan serangan pendahuluan adalah satu-satunya cara untuk menghentikan negara itu dari membangun bom nuklir.

Terpisah, awal bulan ini Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada mitranya Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, setiap opsi tetap ada di meja mengenai program nuklir Iran, jika Kesepakatan Nuklir 2015 tidak dapat diselamatkan.

Untuk diketahui, jika tidak ada halangan, Iran dan Amerika Serikat akan melanjutkan pembicaraan tentang pemulihan Kesepakatan Nuklir 2015 di Wina, Austria bulan depan.