Anggotanya Dihabisi Militer, Kelompok Teroris Boko Haram Rekrut Masyarakat dengan Membagikan Uang
Ilustrasi kelompok teroris Boko Haram. (Sumber: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Kelompok teroris Boko Haram telah mengambil alih banyak komunitas di negara bagian Nigeria utara-tengah, menawarkan uang kepada penduduk desa dan memasukkan mereka ke dalam ke dalam kelompok untuk melawan pemerintah, kata seorang pejabat pemerintah dan komisi informasi negara bagian.

Boko Haram yang biasanya terkonsentrasi di timur laut Nigeria dan kehadirannya di Niger, negara bagian yang berbatasan dengan wilayah ibu kota federal, dapat mengindikasikan penyebaran yang mengkhawatirkan pada saat militer mengatakan upaya kontra-pemberontakannya berhasil.

Suleiman Chukuba, kepala daerah pemerintah Shiroro di negara bagian Niger, yang berbatasan dengan Abuja mengatakan, para pejuang Boko Haram sekarang hadir di setidaknya delapan bangsal dari total 25.

"Pemerintah daerah Shiroro memiliki jumlah pejuang Boko Haram yang tak terhitung jumlahnya," ungkap Chukuba, seperti mengutip Reuters 4 Oktober.

Boko Haram, yang namanya secara kasar diterjemahkan sebagai 'Pendidikan Barat dilarang', telah melancarkan pemberontakan sejak 2009, bergabung baru-baru ini dengan cabangnya, ISIS Provinsi Afrika Barat. Pertempuran itu telah menewaskan hampir 350.000 jiwa dan jutaan orang mengungsi, menurut perkiraan PBB.

Shiroro memiliki populasi 331.000 orang dan membentang 4.700 kilometer persegi, menurut situs resmi negara bagian Niger.

Komisioner Informasi Negara Bagian Niger Muhammad Sani Idris membenarkan para pejuang Boko Haram, yang awalnya dianggap sebagai bandit bersenjata, telah menyebar pesat di negara bagian tersebut.

Namun Idris mengatakan, pemerintah negara bagian dan lembaga keamanan telah mampu menekan penyebarannya.

"Kami melakukan apa pun yang diperlukan sebagai negara. Dan kami akan menggabungkan metode personel keamanan kami dan warga lokal kami," jelasnya.

Untuk diketahui, bulan lalu tentara mengatakan hampir 6.000 pejuang dari Boko Haram baru-baru ini menyerah, menghubungkan perkembangan itu dengan upaya kontra-pemberontakan militer.

Sementara, Chukuba meminta pemerintah federal lebih banyak pasukan ke daerah itu untuk memerangi kelompok teroris.