Survei Penanganan Pandemi: Kepuasan pada Jokowi Naik Sedikit, Tidak Puas Ikut Turun
Presiden Joko Widodo (Foto: Sekretariat Kabinet RI)

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei mengenai evaluasi publik terhadap penanganan pandemi COVID-19. Hasilnya, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkat pada September ini dibanding survei pada Juli lalu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan pada bulan Juli responden yang menyatakan sangat puas sebesar 5,5 persen dan yang menjawab cukup puas sebesar 55,5 persen. Sementara, pada bulan September, responden yang menyatakan sangat puas sebesar 4,8 persen dan cukup puas sebesar 57,0 persen.

"Jadi di bulan September yang puas atau cukup puas kepada presiden dalam menangani COVID-19 itu mencapai 62 persen kalo saya bulatkan. Sementara yang di bulan Juli itu sekitar 61 persen, naik sedikit ya," ujar Burhanuddin secara daring, Minggu, 26 September.

Kabar baiknya, lanjut dia, responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja presiden juga mengalami penurunan.

Pada bulan Juli, yang menyatakan kurang puas sebesar 30,1 persen dan tidak puas sama sekali 6,4 persen. Sementara, pada bulan September, mereka yang menyatakan kurang puas sebesar 31,8 persen dan tidak puas sama sekali sebesar 2,9 persen.

"Kemudian yang tidak puas atau kurang puas. Bulan Juli itu sekitar 36 persen. Di bulan september itu mencapai 34 persen. Jadi yang kurang puas turun dibanding bulan Juli," jelasnya.


Burhanuddin mengaku tak mengetahui alasan yang membuat kepuasan tersebut mengalami peningkatan meskipun angkanya masih sangat kecil. Akan tetapi, dia menduga hal ini lantaran kebijakan PPKM yang telah memberikan dampak positif dari sisi kesehatan masyarakat.

"Tetapi intinya ada peningkatan kepuasan terhadap presiden terkait penanganan COVID-19, terutama kita lihat survei di bulan September," pungkasnya.

Survei ini dilakukan kepada 1.200 responden melalui kontak telepon sejak tanggal 17 sampai 21 September 2021. Adapun, metode yang digunakan melalui simple random sampling, dengan menggunakan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.