Andi Arief Demokrat Protes Merah Putih Pesawat Kepresidenan, Ferdinand: Kelihatan Siapa Kalian Sesungguhnya
Pesawat Kepresidenan (Foto: Twitter Alvin Lie)

Bagikan:

JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Andi Arief melayangkan protes terhadap cat ulang warna pesawat kepresidenan. Saat masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) warna pesawat didominasi biru putih mirip warna partai Demokrat. Sekarang warna pesawat berubah menjadi merah putih.

Menurut Andi, dominasi warna biru langit pada pesawat demi upaya peningkatan keamanan penerbangan.

"Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera bisa juga corona. Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan,  sebagai warna kamuflase saat terbang," protes Andi lewat cuitan akun Twitter-nya, @Andiarief_ dikutip Selasa, 3 Agustus. 

Cuitan ini direspon rekan Andi waktu berseragam Demokrat dulu, Ferdinand Hutahaean. Menurut Ferdinand, merah putih warna pesawat merupakan identitas penting bangsa sesuai warna bendera Indonesia.

"Itu Merah Putih bang, bukan untuk menghapus jejak siapapun, tapi untuk menunjukkan Merah Putih kebanggaan kita. Kita harus lebih bangga dgn Merah Putih drpd Biru Putih. Kita Indonesia bang..!! Semangat..!!,' cuit Ferdinand pada @FerdinandHaean3.

Tidak berhenti disitu, pada cuitan selanjutnya Ferdinand menilai alasan kamuflase atau keamanan yang diutarakan Andi Arief lucu.

"Pesawat Siluman aja kedeteksi radar canggih, masa gara2 cat warna biru trus pesawat berkamuflase? Memangnya perang jaman teknologi ini perang mata telanjang? Pesawat dicat Merah Putih sj pd protes, keliatan bgt kalian itu siapa sesungguhnya..!!," tegas Ferdinand. 

@FerdinandHaean3

 

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini menjelaskan pengecatan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2 bukan hal baru. Rencana ini menurutnya sudah ada dalam APBN sehingga harus dilaksanakan.

"Ini bukan rencana baru, sudah dimulai sejak 2019 untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-75. Namun, Pesawat BBJ 2 itu servis sesuai rekomendasi pabrik jatuh pada 2021. Tadinya, itu satu paket sama beberapa armada lain yang sudah datang waktunya. Sekalian dicat, justru biar lebih efisien," kata Faldo dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, 3 Agustus.

Menurutnya, pengecatan tersebut harus dilakukan karena anggarannya sudah dialokasikan pada APBN. Selain itu, penggunaannya juga sudah sesuai ketentuan refocussing anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Anggaran saat ini sudah fokus pada pandemi sesuai dengan aturan dan ketentuan Kementerian Keuangan. Rencana ini tentunya sudah ada juga di dalam APBN jadi ya harus dilaksanakan," ungkap Faldo.