JAKARTA - Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan kesepakatan penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke negaranya merupakan elemen kunci untuk perdamaian regional.
“Penjualan senjata Amerika Serikat yang berkelanjutan ke Taiwan dan pendalaman kerja sama keamanan Taiwan-AS tidak hanya diperlukan tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata Lai dalam sebuah pernyataan di Facebook, Minggu 17 Mei, dikutip dari AFP.
Taiwan sangat bergantung pada dukungan keamanan AS untuk mencegah terwujudnya ancaman China mencaplok pulau itu dengan paksa.
Dalam unggahan Facebook-nya, Lai juga menegaskan bahwa kebijakan Taiwan dalam "perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak akan pernah dikorbankan atau diperjualbelikan".
Komentar Lai ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan penjualan senjata besar-besaran lebih lanjut ke Taiwan "bergantung pada China" dan merupakan "alat tawar-menawar yang sangat baik bagi kita". Trump mengatakan hal itu saat kunjungan ke Beijing bertemu Presiden China Xi Jinping pada Jumat 15 Mei.
BACA JUGA:
Adapun pada Desember 2025, Pemerintahan Trump menyetujui paket penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS untuk Taiwan. Sementara paket kedua senilai sekitar 14 miliar dolar AS, masih menunggu persetujuan Trump.
Pada Sabtu 16 Mei, Juru bicara Presiden Taiwan Lai Ching-te, Karen Kuo, mendesak agar AS memasok senjata ke Taiwan. Ia mengatakan pasokan tersebut bisa didasarkan pada hukum AS dan berfungsi sebagai pencegah bersama terhadap ancaman regional.
Ia menambahkan, ancaman militer China adalah "satu-satunya faktor destabilisasi" di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Selat Taiwan.
“Penjualan militer antara Taiwan dan AS bukan hanya cerminan komitmen keamanan AS terhadap Taiwan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi juga berfungsi sebagai pencegahan timbal balik terhadap ancaman regional,” katanya pada Sabtu 16 Mei, dikutip dari Reuters.