JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan Israel selama perang melawan Iran membantu pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) dengan mengirimkan pasukan dan baterai pertahanan rudal Iron Dome.
Hal itu disampaikan Waltz pertama kali pada Senin waktu setempat yang dilaporkan oleh surat kabar Israel Hayom.
“Kami melihat UEA memanfaatkan Iron Dome yang diberikan kepadanya oleh Israel,” kata Waltz, dikutip dari Al Jazeera, Selasa 12 Mei.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengkonfirmasi pernyataan Waltz terkait bantuan Israel yang diterima UEA dalam sebuah acara hari ini.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Uni Emirat Arab, anggota pertama Perjanjian Abraham,” kata Huckabee dalam konferensi pers di Tel Aviv, Selasa 12 Mei.
“Lihat saja manfaatnya. Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya,” sambungnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi hubungan kerja sama erat sektor pertahanan yang berkembang antara Israel dan UEA selama 40 hari perang gabungan AS-Israel melawan Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 1 Maret 2026.
Huckabee kemudian menyinggung Perjanjian Abraham, kesepakatan yang dimediasi AS dan dimulai pada tahun 2020 tentang normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Arab.
Di tengah agresi Israel di Lebanon dan Gaza, serta pendudukan di Tepi Barat, Huckabee mengaku “sangat optimis” negara-negara Arab lain di Timur Tengah bergabung dengan Perjanjian Abraham berkaca pada mulai mesranya hubungan UEA dengan Israel.