JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan negaranya dan Vietnam berkomitmen untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Kedua negara memutuskan mempererat kerja sama AI berkelanjutan setelah pertemuan antara Anwar dengan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung di Malaysia pada Jumat 8 Mei.
“Malaysia juga menyambut baik penandatanganan berbagai inisiatif strategis, termasuk nota kesepahaman (MoU) tentang ekonomi digital, serta implementasi proyek energi lintas batas yang dapat mendukung pertumbuhan regional,” kata Anwar dalam unggahan Facebooknya, dikutip Minggu 10 Mei.
Selain AI dan ekonomi digital, Malaysia dan Vietnam juga sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi terbarukan, dan tata kelola keuangan.
Anwar mengatakan Malaysia dan Vietnam akan terus memperkuat persahabatan mereka, yang kini didorong oleh kemitraan strategis yang komprehensif.
“ASEAN harus terus bergerak maju sebagai platform kerja sama yang didasarkan pada kepercayaan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama," ujar Anwar.
“Di dunia yang semakin menantang, kekuatan kawasan ini bergantung pada kemauan kita untuk memperkuat jaringan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kesejahteraan bersama,” sambungnya.
Adapun Malaysia dan Vietnam telah menjalin kerja sama eksplorasi, produksi, dan pengembangan infrastruktur migas di perairan yang berbatasan langsung di Blok PM-3 CAA. Selain itu Blok 46-Cai Nuoc proyek kerja sama lapangan migas antara Malaysia (Petronas/Talisman) dan Vietnam.