Bagikan:

JAKARTA - Polres Jayapura melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua untuk mengecek CCTV di stadion tersebut guna menyelidiki kericuhan pasca-pertandingan babak play off promosi antara Persipura Jayapura menghadapi Adhiyaksa FC.

Kasat Reskirm Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali mengatakan selama proses olah tempat kejadian perkara (TKP), baik di dalam maupun luar Stadion Lukas Enembe berjalan lancar.

Hanya saja, kata dia, bukti dari kamera pengawas atau CCTV sangat dibutuhkan sebagai bukti pendukung dalam mempercepat proses penyelidikan terjadinya kericuhan di dalam area stadion.

"Jadi memang terus terang CCTV di stadion itu tidak berfungsi dengan baik sehingga belum mendukung kami. Untuk itu kami akan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola stadion," katanya di Jayapura, Sabtu, disitat Antara.

Menurut Alamsyah, pihaknya akan terus berusaha untuk mengumpulkan informasi sekecil apapun terkait kericuhan yang terjadi pasca pertandingan.

"Kemudian untuk olah TKP sudah selesai dilakukan dan hasilnya sementara dicatat oleh tim termasuk pemeriksaan pemeriksaan terhadap 14 orang yang diamankan terkait dalam kerusuhan tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya akan mengumpulkan semua barang bukti termasuk kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang terbakar di stadion untuk segera dipublikasikan.

"Kami juga berharap jika ada warga yang melihat oknum masyarakat yang membakar kendaraan bisa melaporkan kepada polisi," katanya lagi.

Aksi pembakaran kendaraan di area Stadion Lukas Enembe terjadi setelah pertandingan antara Persipura Jayapura menghadapi Adhiyaksa FC selesai.