Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terjerat sejumlah kasus korupsi. Namun, berulang kali sidang rasuah yang melibatkan politikus ektsrem sayap kanan Yahudi itu ditunda.

Seperti pada Senin 27 April, sidang korupsi Netanyahu tiba-tiba dibatalkan sekitar 90 menit dari jadwal yang ditentukan.

Pengacaranya, Amit Hadad, mengatakan sidang dibatalkan hari ini atau ditunda digelar hari lain karena alasan keamanan.

Menurut Hadad rincian tentang pengajuan pembatalan sidang itu akan disampaikan kepada pihak pengadilan dan jaksa penuntut secara tertutup.

Sidang dijadwalkan pada Senin 27 April setelah jeda yang lama karena perang AS-Israel terhadap Iran.

Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan atau amanah selaku pejabat publik dalam tiga kasus yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Jaksa mengajukan dakwaan dalam kasus-kasus tersebut pada November 2019.

Mengutip The Jerusalem Post, berikut 3 kasus korupsi yang menjerat Netanyahu:

Kasus 1000

Perkara korupsi 'Kasus 1000' di mana Netanyahu dituduh menerima gratifikasi berupa hadiah-hadiah mahal senilai ratusan ribu dolar, termasuk cerutu dan sampanye, dari pengusaha kaya sekaligus produser Hollywood, Arnon Milchan sebagai imbalan atas bantuan politik.

Dalam perkara ini Netanyahu didakwa melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

Istri PM Israel Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu (berkaca mata hitam) pernah terjerat kasus korupsi dan skandal katering 2018-2019. Sara pada Februari 2025 juga diselidiki atas dugaan mengintimidasi saksi dan campur tangan dalam kasus korupsi suaminya. (Instagram @b.netanyahu)

Kasus 2000

Sementara dalam 'Kasus 2000', perkara seputar rekaman Netanyahu dan Arnon “Noni” Mozes, pemimpin redaksi surat kabar harian terbesar di Israel, Yediot Aharonot (ynetnewscom).

Jaksa sebelumnya mengatakan rekaman keduanya membahas pengaturan untuk liputan yang kental menguntungkan Netanyahu. Sebagai imbalan terhadap Mozes, Netanyahu diduga mendukung upaya melemahkan surat kabar saingan, Israel Hayom.

Di kasus ini, Netanyahu didakwa melakukan penipuan dan pelanggaran amanah. Sementara Mozes dituduh melakukan penyuapan.

Kasus 4000

Dalam 'Kasus 4000', yang juga dikenal sebagai kasus Bezeq-Walla, Netanyahu dituduh memuluskan kebijakan yang menguntungkan pengusaha Shaul Elovitch. Saat kejadian, Elovitch merupakan pemegang saham utama Bezeq, perusahaan telekomunikasi terbesar di Israel.

Upaya kental pemufakatan jahat itu dilakukan sebagai imbalan pemberitaan yang menguntungkan Netanyahu di situs berita Walla, yang dimiliki Elovitch.

'Kasus 4000' menjerat Netanyahu dengan dakwaan melakukan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran amanah selaku pejabat publik.

Selain persidangan kasus korupsi, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.