Bagikan:

JAKARTA - Tentara Israel yang diundang dalam acara di Rutgers University di New Jersey, New York, menjadi target protes seorang mahasiswa Yahudi anti-perang.

Mengutip Middle East Eye, Senin 27 April, mahasiswa itu secara terbuka mengutuk genosida Israel di Gaza di hadapan tentara Israel yang hadir sebagai pembicara tersebut.

Dalam protesnya, mahasiswa itu juga menyebutkan pembunuhan massal terhadap warga Palestina, termasuk jurnalis, petugas kesehatan, dan anak-anak.

Mahasiswa tersebut mengutuk upaya kampusnya membenarkan genosida dengan menghadirkan tentara Israel dan menantang pembicara secara langsung di depan hadirin.

Konfrontasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya penentangan di kampus atau universitas terhadap kehadiran tokoh militer Israel dengan seruan boikot yang sudah beredar.

Mahasiswa yang menyerukan "jangan pernah lagi" dalam acara itu berpendapat, bahwa semua orang, bukan secara selektif, agar tidak takut untuk menyuarakan pendapatnya menentang upaya-upaya Israel melakukan pembunuhan warga sipil dan melanggar hukum internasional.

Ia juga memperingatkan kepada mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal terhadap warga Palestina akan menghadapi keadilan.