Bagikan:

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut makin mesra dengan Israel mengutuk upaya gagal anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyusup ke Pulau Bubiyan di Kuwait.

Mengutip AN, Rabu 13 Mei, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri UEA, Abdullah bin Zayed Al-Nahyan mengatakan hal itu dalam sambungan telepon bersama Menteri Luar Negeri Kuwait, Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah.

Pejabat UEA itu menegaskan kembali solidaritas dan dukungan penuh untuk langkah-langkah Kuwait dalam menggagalkan apa yang disebutnya tindakan permusuhan tersebut.

Kuwait menjadi tuan rumah sejumlah pangkalan militer AS, di antaranya Kamp Arifjan yang didanai dan dibangun oleh Pemerintah Kuwait. (United States Army-Wikimedia Commons)

Abdullah juga menekankan bahwa keamanan Kuwait tidak dapat dipisahkan dari keamanan UEA dan negara-negara Teluk.

Menurut kantor berita WAM berbasis di UAE, sebanyak empat tentara IRGC ditangkap, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri, setelah mereka dicegat oleh tentara Kuwait yang ditempatkan di Pulau Bubiyan pada awal bulan Mei.

Sementara seorang prajurit dilaporkan Kuwait terluka selama baku tembak saat kejadian.

Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain disebutkan juga mengutuk upaya penyusupan IRGC tersebut.