JAKARTA - Kepala Badan Jaringan Federal Jerman (Federal Network Agency) Klaus Muller menyatakan harga gas di negara itu akan naik akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
"Konsekuensi dari konflik atas Iran dirasakan oleh semua orang yang harus membeli gas di bursa," kata Mueller dalam wawancara dengan grup media RND.
Dia mencatat sebagian besar rumah tanggadi Jerman saat ini mendapat jaminan harga gas mereka tidak akan berubah setidaknya dalam kurun waktu 12 bulan.
"Akan tetapi, jika kontrak baru disepakati, maka harga bisa naik," kata Mueller dilansir ANTARA dari Sputnik, Selasa, 12 Mei.
Namun demikian, Mueller memperkirakan harga tidak akan naik secepat setelah konflik di Ukraina dimulai pada tahun 2022.
BACA JUGA:
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun melakukan serangan balasan di wilayah Israel serta di fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Meningkatnya konflik di Timur Tengah itu telah menyebabkan blokadede factoatas Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.