JAKARTA - Pemerintah Australia menyatakankeenam penumpang kapal pesiar yang terpapar hantavirus berada dalam kondisi kesehatan yang baik danakan menjalani karantina setibanya di negara asal.
Menteri Kesehatan AustraliaMark Butler,dalam wawancara dengan ABC News, mengatakan lima warga Australia dan satu warga Selandia Baru dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak hantavirusitu diperkirakan tiba di Belanda sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.
"Mereka dijadwalkan mendarat pukul 08.10 waktu kamidan akan dipindahkan ke fasilitas karantina hotel, sementara persiapan untuk penerbangan dari Belanda ke Australia diselesaikan,"kata Butler dilansir ANTARA, Selasa, 12 Mei.
Dia menambahkan pengaturan penerbangan untuk membawa para penumpang itu merupakantugas cukupsulit dan keenam penumpang itu akan dipulangkan secara bertahap dalam pekan ini.
Butler mengatakan Pemerintah Australia terus berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri untuk mengatur penerbangan dengan awak pesawat yang bersedia menjalani isolasi setelah mengangkut para penumpang tersebut.
Setibanya di Australia Barat, para penumpang akan memasuki fasilitas karantina khusus sekitar tiga pekan. Kemudian, pihak berwenang akan memutuskan pemantauan tambahanyang diperlukan selama masa inkubasi virus yang mencapai 42 hari.
Butlermengatakan respons karantina Australia melampaui langkah-langkah yang diterapkan sebagian besar negara lain dalam memulangkan penumpang kapal pesiar itu, yang biasanyahanya mewajibkan beberapa hari karantina terpusat diikuti isolasi mandiri di rumah.
Adapun wabah yang melibatkan strain Andes dari hantavirus telah menyebabkan lima kasus terkonfirmasi, termasuk tiga kematian, menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Para ilmuwan mengonfirmasi wabah tersebut disebabkan oleh varian virusAndes yang langka dari hantavirus, satu-satunya strain yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia dan biasanya melalui kontak dekat.
WHO mengatakan dua penumpang kapal pesiar yangmeninggal dunia telah melakukan perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum menaiki kapal tersebut.